Jumat, 24 April 2026

CORONA KEPRI

Nihil Pasien Sembuh Baru, Anambas Malah Tambah Kasus Covid-19 Lagi

Covid-19 di Anambas semakin mengganas. Jumlah kasus aktif terus saja bertambah hingga Selasa (22/2/2022).

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
ISTIMEWA
Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris didampingi istrinya saat melakukan pengecekan kesehatan sebelum vaksinasi booster di halaman RSUD Tarempa. Kasus aktif covid-19 kembali bertambah. 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Kasus aktif covid-19 di Anambas bertambah lagi.

Daerah yang dipimpin Abdul Haris dan Wan Zuhendra ini sebelumnya mengumumkan 8 kasus baru virus corona pada Senin (21/2/2022).

Satu hari setelahnya melalui satgas covid-19 Anambas, terdapat penambahan 2 kasus baru covid-19.

Tidak ada pengumuman penambahan pasien sembuh corona baru dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id.

Dua pasien yang terinfeksi covid-19 di antaranya merupakan warga Desa Bukit Padi di Pulau Jemaja berinisial Ny. Rsj berusia 24 tahun.

Kemudian lansia 61 tahun berjenis kelamin laki-laki berinisial Tn Ka yang beralamat di Payalaman, Pulau Matak.

Baca juga: Gubernur Kepri Serukan Serbuan Vaksinasi Booster Covid-19 Cegah Lonjakan Kasus Corona

Baca juga: 6 Pasien Covid-19 di Batam Meninggal Dunia, Kasus Aktif Capai 1.414 Orang, 370 Probable Omicron

Keduanya merupakan pasien nomor 1.897 dan 1.898.

Dua pasien yang terkonfirmasi terpapar Covid-19 ini berdasarkan hasil pemeriksaan rapid tes antigen dan swab pcr di RSUD Tarempa.

"Pasien dengan klasifikasi mayoritas demam, pilek dan batuk," sebutnya.

Ia menerangkan kini sejumlah pasien menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Pasien saat ini jalani isolasi mandiri di rumah dan merupakan pasien kontak erat.

Saat ini, terdapat 52 kasus aktif covid-19 di Anambas dengan total pasien sembuh 1.799 orang dan pasien meninggal dunia akibat covid-19 sebanyak 47 orang.

Untuk itu Haris pun mengimbau dan mengajak masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi yang telah tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan.

"Kiranya kita tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin agar penyeberan covid-19 ini bisa teratasi seperti sebelumnya," harapnya.

SERUKAN Vaksin Booster Covid-19

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad sebelumnya menggelar rapat koordinasi evaluasi penanganan covid-19 bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Baca juga: PREDIKSI Puncak Kasus Omicron di Indonesia Terjadi 2 hingga 3 Minggu Mendatang

Baca juga: Covid-19 di Batam Melonjak Jadi Atensi Kapolresta Barelang, Ini Pintanya kepada Anggota

Rapat yang di ruang rapat utama kantor Gubernur Kepri di Dompak, Tanjungpinang, Senin (21/2/2022) itu digelar setelah meningkatnya kasus covid-19 di Kepri.

Pada rapat tersebut, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, naiknya kasus aktif covid-19 di Kepri juga dialami seluruh daerah lainnya di Indonesia.

Hal ini disebabkan oleh adanya varian baru virus covid-19 varian omicron.

Virus Covid-19 varian Omicron menyebar jauh lebih cepat dibandingkan dengan virus Covid-19 varian Delta.

Namun demikian, gejala yang ditimbulkan varian Omicron tidak seberbahaya dampak yang diakibatkan oleh varian Delta.

"Meskipun kasus aktif di Kepri meningkat beberapa hari terakhir, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit relatif rendah. Namun kita harus tetap waspada penuh karena tidak ingin gelombang Covid-19 seperti Delta kemarin terjadi lagi," ujar Ansar Ahmad dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Selasa (22/2/2022).

Baca juga: Transisi Pandemi Covid-19 Jadi Endemi, Pemerintah Gunakan Beberapa Indikator

Baca juga: Natuna Tambah Kasus Baru Corona, 4 Pasien Tak Diketahui Riwayat Kontaknya

Menurutnya, untuk menekan penyebaran virus Covid-19 varian Omicron diperlukan dua kunci utama.

Yaitu percepatan kembali serbuan vaksinasi dan penerapan ketat protokol kesehatan.

Terkait vaksinasi corona di Kepri, Gubernur menargetkan vaksinasi booster akan digalakkan di Kepri.

Ia menyebutkan saat ini vaksinasi booster masih rendah sebab masyarakat harus menunggu waktu jeda enam bulan dari vaksin kedua sebelum bisa disuntik vaksin booster.

Vaksin booster juga akan difokuskan pada pekerja industri di Kota Batam.

Sebab sektor barang dan jasa dapat terhambat apabila kasus aktif Covid-19 merebak di kawasan industri.

"Vaksinasi booster untuk pekerja akan kita lakukan segera setelah jangka waktu enam bulan tercapai, agar sektor perekonomian barang dan jasa tetap berjalan dan pemulihan ekonomi bisa kita optimalkan," lanjutnya.

Gubernur Kepri juga menyoroti penggunaan aplikasi peduli lindungi yang masih rendah penerapannya di tempat-tempat keramaian.

Menurutnya aplikasi peduli lindungi sangat bagus untuk melakukan pelacakan masyarakat yang terjangkit virus Covid-19.

Baca juga: Ibu kota Kepri Deteksi Varian Omicron, Kadinkes: Penularannya Lebih Cepat Dibanding Delta

Baca juga: Sempat Zero Kasus Corona, Anambas Laporkan Lima Pasien Baru Covid-19

"Intinya ada di genjotan vaksinasi dan pelaksanaan protokol kesehatan, menjelang bulan puasa harus kita kontrol benar supaya kasus aktif Covid-19 di Kepri tidak semakin meningkat," imbuh Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Sementara itu, Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Muhammad Ali menyatakan siap mendukung kembali Pemerintah Provinsi Kepri untuk melakukan serbuan vaksinasi.

"Kami dari TNI siap menggencarkan lagi serbuan vaksinasi, terlebih saat ini stok vaksin di Kepri sudah mendekati masa kedaluwarsa jadi memang harus segera dihabiskan," kata Muhammad Ali.(TribunBatam.id/Noven Simanjuntak/Endra Kaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Corona Kepri

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved