Breaking News:

BATAM TERKINI

KESAKSIAN Warga Terkait Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88, Dikenal Sebagai Ustadz

Penangkapan DS, terduga teroris oleh tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror di kediamannya masih menyisakan banyak pertanyaan bagi masyarakat sekitar.

TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
Rumah DS yang menjadi lokasi penangkapan terduga teroris oleh Tim Densus 88 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penangkapan DS, terduga teroris oleh tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror di kediamannya masih menyisakan banyak pertanyaan bagi masyarakat sekitar.

Bukan tanpa alasan, keheranan warga menjadi-jadi lantaran DS yang selama ini dikenal baik dan ramah, ternyata merupakan jaringan terorisme. 

“Iya, kaget lah pak. Soalnya beliau itu, selama ini kami kenal baik dan ramah lagi,” ujar Siburian yang merupakan tetangga terduga teroris.

Siburian ditemui Tribun Jumat (18/3/2022) pagi di kediamannya.

Rumahnya tepat di samping lokasi penangkapan terduga teroris

“Iya, beliau pak Ustad Sulaiman. Warga sini biasa manggilnya Ustadz. Beliau orangnya baik dan ramah,” Siburian.

Kenapa kami bilang baik, kata Siburian menyebutkan terduga teroris DS yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Anti Teror lantaran dia suka bertegur sapa pada setiap warga sekitar. Selain itu, sejumlah anak anak komplek bisa numpang berenang di kolam rumahnya. 

“Itu kan, depan rumahnya ada kolam kecil. Anak anak komplek sini sering berenang kesitu . Dan diizinkan pak ustadz itu,” katanya. 

Sebagai tetangga, dimata Siburian terduga teroris DS merupakan orang baik.

Baca juga: BATAM Tiap Hari Mati Lampu, Sejumlah Orangtua Murid Resah karena Anak Sedang UTS Online

Baca juga: JADWAL Pemadaman Listrik di Batam, Jumat 18 Maret 2022, Berakhir Pukul 15.45 WIB

Namun ia tak menyangka di balik sosok DS ternyata seorang jaringan teroris. 

Masih kata Siburian, terduga teroris DS merupakan seorang tokoh agama yang aktif.

Banyak anak didik binaannya yang sering datang belajar le lokasi ia ditangkap. 

Ustaz Dani Sulaiman merupakan Ketua Fardu Kifayah Masjid Jami Al Ukhuwah, masjid ini tepat di depan rumahnya.

Rumah kediaman DS terpisah dengan lokasi ia ditangkap.

Rumah yang ia tinggali bersama istri pertama hanya terpisah jarak dua kavling tanah. Di dalam rumah, ia tinggal bersama empat anaknya serta adik dan ibunya. 

Sementara lokasi penangkapan DS merupakan gedung yayasan yang hendak dijadikan pondok pesantren. 

Kondisi gedung yayasan yang di kelolah DS pun tampak seperti tak terawat bak rumah tanpa penghuni. tepat di pintu masuk rumah berukuran dua kavling itu ada kolam kecil. Rumah dengan konsep dua lantai, pengerjaannya tampak sembrawut. Ada juga satu pria tua terlihat bekerja membersihkan rumah itu. Kondisi gedung dan temboknya lagi tahap renovasi. Di depan banyak pohon rindang.

Dari informasi yang dihimpun, rumah itu kini dalam proses menjadikan yayasan pesantren. Rumah ini juga sering dikunjungi santri. 

Dari informasi yang didapat, rumah yang dijadikan yayasan tersebut belum lama dibeli DS seharga 300 juta. ( TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved