Sabtu, 18 April 2026

Ribut Pekerja vs Bos Toko Sembako Berujung Polisi, Bermula dari Selisih Penjualan Rp 1 Miliar

Seorang pekerja toko sembako mengaku disekap selama 10 hari hingga melaporkan bosnya ke kantor polisi. Berikut kronologisnya.

TribunBatam.id via Kompas.com/Imron Hakiki
Majikan toko grosir sembako, F bersama kuasa hukumnya saat mendatangi Polres Malang, Jum'at (1/4/2022). 

"Di dalam kamar itu juga ada beberapa ventilasi, seperti jendela dan lubang besar di langit-langit. Sehingga kesempatan untuk keluar sebenarnya terbuka lebar," katanya.

Baca juga: Dosen Unsri Sekap Mahasiswi di Toilet Saat Sidang Yudisium, Petinngi Kampus Terlibat

Baca juga: Usai Sekap Satu Keluarga, Pelaku Perampokan Bawa Mobil, Emas dan Uang Tunai Milik Korban

Dugaan penyekapan yang dilaporkan oleh karyawan tersebut juga disebut-sebut dilatarbelakangi persoalan target penjualan.

Mengenai hal itu, F melalui kuasa hukum lagi-lagi membantahnya.

Selama ini, dia mengaku memberikan gaji dan bonus yang layak untuk pegawainya tersebut.

Pihak F mengaku memiliki bukti percakapan antara dia dan karyawannya soal target.

"Kami ada bukti percakapan F dan GF, bahwa saat itu F hanya sifatnya memotivasi agar penjualan mencapai target Rp 30 juta. Apabila mencapai maka akan mendapat bonus tambahan," katanya.

Ibu & Anak Jadi Korban Penyekapan 3 Pria

Ibu dan anak sebelumnya dilaporkan menjadi korban penyekapan oleh tiga orang pria.

Selain disekap, korban dianiaya hingga mengalami luka lebam di sekujur tubuh.

Sejauh ini, kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

Mahasiswi bersama ibunya menjadi korban tindak kekerasan yang dilakukan tiga orang di Garut, Jawa Barat.

Peristiwa yang viral di media sosial tersebut terjadi di rumah korban, Rabu (23/3/2022) dini hari.

Para pelaku masuk dengan cara membobol pintu rumah korban yang berada di Kampung Bongkor, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Korban diketahui bernama Rifda Abidah (19) dan ibunya bernama Solihati Nurzanah (42).

Peristiwa tersebut pun berhasil direkam Rifda Abidah menggunakan ponsel saat para pelaku mendatangi rumahnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved