Selasa, 21 April 2026

Ribut Pekerja vs Bos Toko Sembako Berujung Polisi, Bermula dari Selisih Penjualan Rp 1 Miliar

Seorang pekerja toko sembako mengaku disekap selama 10 hari hingga melaporkan bosnya ke kantor polisi. Berikut kronologisnya.

TribunBatam.id via Kompas.com/Imron Hakiki
Majikan toko grosir sembako, F bersama kuasa hukumnya saat mendatangi Polres Malang, Jum'at (1/4/2022). 

PENGAKUAN Sang Ibu

Sementara itu, Solihati Nurzanah menceritakan bagaimana detik-detik diri dan putrinya menjadi korban kekerasan.

Solihati mengaku kenal dengan pelaku.

Baca juga: Pasutri Sekap Gadis ABG dan Dijadikan PSK, Sudah Layani Pria Hidung Belang Berkali-kali

Baca juga: Sekap, Rudapaksa, hingga Jual Siswi SMP, Anak Anggota DPRD Bekasi Berencana Nikahi Korban

Ia dan pelaku sebelumnya pernah sama-sama menjalankan sebuah bisnis.

Namun, bisnis yang dijalankannya dengan pelaku mengalami kerugian.

Akibatnya, Solihati harus menanggung utang piutang yang harus dibayarkan kepada pelaku.

"Jadi ada kegagalan bisnis ya, karena itu saya tanggung jawab menanggung utang dari bisnis itu, saya tidak kabur malahan dalam proses cicil," ujar Solihati Nurzanah saat ditemui Tribunjabar.id di kediamannya, Kamis (24/3/2022).

Ia menjelaskan, Selasa (22/3/2022) malam para pelaku sempat datang ke rumahnya dan menanyakan keberadaannya.

Tapi di rumah hanya ada Rifda seorang.

Kemudian Rabu (23/3/2022) dini hari sekira pukul 01.00 WIB, pelaku kembali datang ke rumahnya dengan cara membobol pintu dapur.

"Kondisi saat itu lampu dimatikan, pintu dibobol, kemudian kaca kamar saya pun dibobol," katanya.

Saat proses pembobolan tersebut ia menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan keadaan itu.

Ia pun bersembunyi di balik lemari.

Detik-detik mencekam itu ia hadapi, pelaku yang mengacak-ngacak tempat tidurnya kesal karena orang yang ia cari tidak ada.

Baca juga: Sekap, Rudapaksa, hingga Jual Siswi SMP, Anak Anggota DPRD Bekasi Berencana Nikahi Korban

Baca juga: Perampok Congkel Jendela Lalu Sekap Ibu-ibu, Ditangkap saat Bawa Kabur Mobil

"Pelaku kemudian merencanakan masuk ke kamar anak saya, mengetahui anak saya terancam akhirnya saya mengadang mereka, saya bentak mereka ada apa ini," ucapnya.

Komplotan pembobol rumah tersebut langsung menyerang dirinya dengan cara mencekik dan dipukul secara membabi buta.

Ia pun mendapat ancaman akan diculik dan dibunuh pelaku.

"Saya berpikir saat itu saya tidak akan selamat, akhinya saya berontak dan membuka pintu, posisi anak saya sudah berada di depan pintu berdiri," ujarnya.

"Saya teriak Bit (Rifda) kabur selamatkan diri," katanya.

Putrinya tersebut malah menghampirinya dengan cara menendang pelaku dan berusaha menyelamatkan ibunya.

Setelah itu keduanya berhasil dibekap pelaku dan terjadi penyiksaan demi penyiksaan.

Ia menuturkan pelaku tidak henti-hentinya menganiaya anaknya dengan tendangan dan pukulan.

"Malahan anak saya itu kepalanya dibenturkan ke lemari," ucapnya.

Selang beberapa saat akhirnya perlakuan kasar tersebut mereda, Solihati saat itu mencoba untuk berpikir jernih dengan mencoba negoisasi dengan para pelaku.

Pelaku kemudian berhasil diajak diskusi, ia pun menyuruh anaknya untuk keluar memanggil saudaranya dengan alasan akan membawa uang yang pelaku inginkan.

Anaknya itu pun berhasil keluar.

"Dalam hati saya bilang, Bit kamu keluar dan cepat minta pertolongan," ucapnya.

Anaknya itu ternyata berangkat ke Polsek Samarang untuk meminta pertolongan.

Polisi yang melihat kondisi Rifda dalam keadaan babak belur langsung meluncur menuju lokasi.

Selang beberapa saat akhirnya polisi datang, pelaku menurutnya seketika lemas saat mengetahui yang datang tersebut adalah anggota kepolisian.

Solihati mengira yang akan datang itu masyarakat atau tetangga tapi ternyata anggota kepolisian.

"Polisi datang saat itu, berpakaian preman, saya kira bukan polisi," ucapnya.

Setelah mengetahui yang datang tersebut adalah anggota kepolisian dari Polsek Samarang, ia akhirnya merasa lega.

Pelaku pun akhirnya berhasil diamankan. (TribunBatam.id) (Kompas.com/Imron Hakiki)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Berita Tentang Penyekapan

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved