DISKOMINFO LINGGA
Lestarikan Warisan Kerajinan Tudung Manto, Pemkab Lingga Cetak Para Pengrajin
Kerajinan tudung manto di Lingga ini masuk dalam Warisan Budaya Tak Benda, yang telah tercatat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Lingga, Provinsi Kepri tampaknya sangat serius mempromosikan kerajinan tudung manto.
Seperti kegiatan baru-baru ini, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lingga membuat pelatihan membuat tudung manto di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM).
Kegiatan ini dimulai pada 15 Maret 2022 dan selesai pada 21 Maret lalu.
Para peserta dari kalangan wanita ini pun cukup telaten, dalam mempelajari kerajinan yang kini menjadi milik Kabupaten Lingga ini.
Kerajinan tudung manto ini juga masuk dalam Warisan Budaya Tak Benda, yang telah tercatat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disnakertrans Kabupaten Lingga, Sabirin mengucapkan terima kasih kepada Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lingga, Maratusholiha.
Itu karena istri Bupati Lingga ini telah ikut berjibaku menyukseskan penyelenggaraan kegiatan pelatihan pengrajin tudung manto ini.
Ucapan terima kasih juga diberikan kepada senior, pelatih, dan pengerajin pemula yang telah berupaya ingin tetap menghidupkan dan melestarikan warisan budaya Melayu Lingga.
Baca juga: Istri Bupati Lingga Lirik Tudung Manto Hingga Batik Lingga, Garap Potensi UMKM
Baca juga: Melihat Warisan Budaya Melayu Tudung Manto, Kemenkumham Mengakui Haknya
Menurutnya, langkah pelatihan yang dibina oleh para pelatih ini kepada pengrajin sebagai bentuk meneruskan pelestarian tudung manto.
Sabirin mengatakan, tudung manto Kabupaten Lingga memiliki ciri khas dan sudah mendapat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM).
“Dengan kita menjaga dan melestarikan salah satu nilai historis ini, semoga kita semakin banyak mendapati pengakuan-pengakuan dari peminat tudung manto," tutur Sabirin.
Ketua Dekranasda Lingga, Maratusholiha juga berpesan kepada pengrajin pemula, agar tetap semangat dan terus melatih diri untuk hasil yang lebih maksimal.
Menurutnya, ini merupakan bagian dari upaya untuk cinta dan bangga, dengan hasil karya sendiri.
“Saya berharap kepada para pengrajin agar tetap eksis di bidang tersebut untuk betul-betul menekuni pembuatan tudung manto"
"Dan saya ingin hasil dari yang telah kita buat nantinya akan kita pamerkan di Sekretariat Dekranasda Kabupaten Lingga," kata wanita yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Lingga ini.
Maratusholiha juga mengajak pengrajin untuk mewariskan keterampilan 'menekat' tudung manto tersebut. Dengan cara melakukan perekrutan generasi muda, demi melestarikan khazanah bangsa Melayu.
Pelaksanaan ini juga mendapat perhatian dari Kepala Dinas Kebudayaan Lingga, Azmi.
“Mari kita jadikan tudung manto ini sesuatu yang sakral dan ternama di mata orang-orang luar dan tetap menjadi kebanggaan kita masyarakat Bunda Tanah Melayu," ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Lingga, Muhammad Nizar juga memberikan dukungan terhadap kegiatan pelatihan tudung manto bagi Tenaga Kerja Mandiri tahun 2022 ini.
Bahkan ia menargetkan, selama periodenya memimpin bersama Neko Wesha Pawelloy, harus tercetak 100 pengrajin tudung manto.
Kegiatan ini, lanjutnya memang fokus pada pelestarian warisan budaya melayu, yang sudah turun-temurun.
Oleh karena itu patut dipertahankan dan dilestarikan. Mengingat tudung manto juga sudah mendapat HAKI yang mutlak berasal dari Kabupaten Lingga.
"Upaya-upaya ini memang perlu kita lakukan, agar warisan ini tidak hilang. Mudah-mudahan dengan hadir pengrajin yang pada pelatihan ini 10 orang ditambah yang sudah ada belasan orang, rencana kita bersama tercapai"
"Karena target saya itu harus ada 100 orang pengrajin selama periode Nizar-Neko," jelasnya.
Apalagi, ada rencana pemerintah daerah ingin membuat rekor MURI dengan kegiatan pemakaian 1000 tudung manto.
Namun hal ini perlu dimatangkan lagi, dengan hadirnya pengrajin-pengrajin dalam membuat tudung manto.
"Terima kasih kepada Disnakertrans yang telah bersama-sama dalam giat melestarikan warisan budaya ini. Dan selamat kepada pengrajin yang hari ini hadir, semoga bermanfaat," ucap pria 40 tahun ini. (TribunBatam.id/Febriyuanda)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0404pelatihan-buat-tudung-manto.jpg)