BATAM TERKINI

Mengenal Hemofila, Penyakit Seumur Hidup Butuh Perawatan Khusus, Ditanggung BPJS Kesehatan?

Data Komunitas Cahaya Hemofilia mengungkap terdapat setidaknya 50 orang yang terjangkit penyakit ini di Provinsi Kepri.

TribunBatam.id/Hening Sekar Utami
Pelantikan jajaran pengurus Komunitas Cahaya Hemofilia, di Hotel Aston Pelita, Lubukbaja, Kota Batam, Sabtu (16/4/2022). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tanggal 17 April ditetapkan oleh komunitas Internasional untuk memperingati Hari Hemofilia Sedunia.

Peringatan Hari Hemofilia Sedunia ini digelar setiap tahunnya untuk menyebarkan informasi dan membangkitkan kesadaran publik tentang Hemofilia dan gangguan perdarahan lainnya.

Hemofilia adalah kelainan pembekuan darah yang diturunkan ibu ke anak laki-laki.

Gangguan pembekuan darah ini terjadi akibat defisiensi salah satu protein yang sangat diperlukan dalam proses pembekuan darah.

Ini biasanya terjadi 70 % kasusnya karena kelainan genetik, dan 30 % lainnya akibat mutasi genetik.

Di Batam sendiri, penderita Hemofilia turut mendapat perhatian, salah satunya dari Komunitas Cahaya Hemofilia.

Baca juga: Apa Itu Hemofilia, Mutasi Genetik Sempat Disebut Penyakit Kerajaan

Baca juga: Peringati Hari Hemofilia Sedunia, Komunitas Cahaya Hemofilia Buka Puasa Bersama

Komunitas ini dibentuk dengan tujuan menghimpun penderita Hemofilia, meningkatkan kualitas hidup, serta meningkatkan pelayanan terpadu bagi penderita Hemofilia di Kepulauan Riau (Kepri).

Ketua Komunitas Cahaya Hemofilia, Manjit (Sunil), mengungkapkan, pasien Hemofilia di Kepri yang sudah terdata mencapai 50 orang.

Di antaranya, 11 orang pasien dewasa dan 39 orang pasien anak-anak.

"Tercatat saat ini ada 50 orang pasien Hemofilia di Kepri, tersebar di Kota Batam, Tanjungpinang, Karimun, Tanjung Uban, dan lain-lain," ujar Sunil, dalam acara peringatan Hari Hemofilia Sedunia, di Hotel Aston Pelita, Lubukbaja, Kota Batam, Sabtu (16/4/2022).

Hemofilia sangat riskan, penderitanya membutuhkan biaya perawatan mahal, karena ini adalah penyakit seumur hidup.

Meski demikian, ia optimis kebutuhan dan taraf hidup penderita Hemofilia di Kepri dapat terpenuhi.

Terutama dengan bantuan dari pemerintah.

Seperti diketahui, saat ini kasus pasien Hemofilia sudah bisa ditangani dengan BPJS Kesehatan.

Upaya penanganan kasus Hemofilia di Kepri pun disambut baik oleh Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Mohammad Bisri.

Baca juga: Peringati Hari Hemofilia Sedunia, Komunitas Cahaya Hemofilia Bagikan Bunga ke RSBP Batam

Baca juga: Lawan Corona, Komunitas Cahaya Hemofilia dan Relawan Bantu Suplemen untuk Tenaga Medis RSBP Batam

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved