DISKOMINFO NATUNA
Bangun Sektor Pariwisata, Pemkab Akan Bawa Geopark Natuna Menuju UNESCO Global Geopark
Pemkab Natuna tengah berupaya membawa Geopark Natuna menuju UNESCO Global Geopark. Upaya ini telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu
NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna fokus mengembangkan sektor pariwisata di ujung utara Indonesia.
Kini Pemkab Natuna tengah membahas bagaimana membawa Geopark Natuna menuju UNESCO Global Geopark.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Natuna, Wan Siswandi saat memimpin rapat koordinasi Geopark Natuna menuju UNESCO Global Geopark di Lantai II Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir, Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Timur, Rabu (11/5/2022).
Selain menjadi Bupati Natuna, Wan Siswandi juga merangkap sebagai Ketua Badan Pengelola Geopark Natuna yang baru saja diambil-alih dari Asisten II Pemkab Natuna.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekda Natuna Boy Wijanarko, Asisten II Pemkab Natuna Basri dan seluruh unsur Organisasi Perangkat Daerah Pemkab Natuna.
Dalam pemaparannya, Wan Siswandi menjelaskan untuk menuju Geopark Internasional ada beberapa hal yang harus dipenuhi terlebih dahulu.
Persyaratan tersebut meliputi warisan geologi, pengakuan dari internasional, sistem manajemen pengelolaan, site-site geopark, fasilitas dan jaringan dalam negeri dan internasional.
"Jadi ini semua harus jadi konsen kita semua. Apa yang belum ada kita adakan, apa yang belum lengkap kita lengkapi agar syarat di atas dapat terpenuhi," kata Wan Siswandi.
Baca juga: Tahun 2022, Pemkab Natuna Usulkan Perekrutan 200 PPPK ke Kemenpan RB
Baca juga: Pemkab Natuna Ajak Amerika Serikat Berinvestasi, Sosialisasikan 5 Pilar
Ia menegaskan, geopark ini merupakan prioritas pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sehingga Natuna dapat diakui oleh UNESCO yang membidangi warisan dunia di PBB.
"Beberapa tahun lalu kita sudah diakui sebagai Geopark Nasional dan sekarang kita sedang berupaya agar menjadi Geopark global. Saya pikir ini harus kita utamakan untuk kemajuan pariwisata dan sekaligus sebagai soft diplomasi negara kita di kancah internasinal," jelasnya.
Dengan demikian, Bupati Siswandi menekankan kepada seluruh OPD agar turut terlibat mendorong kemajuan langkah Geopark Natuna untuk segera dapat lolos ke UNESCO.
"Kita sudah ada jembatan ke UNESCO dalam hal ini Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Sekarang tinggal kita bagaimana melengkapi syarat-syaratnya. Saya minta semua OPD terlibat di situ. Adapun detail apa yang kita perlukan, biar dijelaskan oleh Kepala Dinas Pariwisata," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna, Hardinansyah menuturkan, upaya untuk memasukkan Geopark Natuna ke UNESCO sudah dimulai sejak 2018 lalu. Bahkan pada tahun 2019 dan 2020 Geopark Natuna sudah coba diajukan ke salah satu badan internasional itu.
"Cuma kita ada beberapa kendala sehingga kelengkapan persyaratan belum bisa kita penuhi," tutur Hardiansyah.
Adapun kendala yang dimaksud meliputi dessier yang berisi 100 item belum lengkap, jumlah geosite sebanyak 20 titik belum lengkap, pengelola geosite belum lengkap, akses jalan belum lengkap, kelengkapan fasilitas belum terpenuhi dan lahan yang diperlukan untuk pengembangan geosite belum lengkap.