Breaking News:

ANAMBAS TERKINI

KPP Natuna Kontak Singapura, Koordinasi Pencarian Awak Kapal Tanker Hilang di Laut Anambas

Tim SAR Gabungan masih mencari seorang awak kapal tanker berbendera asing yang dilaporkan hilang di perairan Anambas sejak 13 Mei 2022.

TribunBatam.id/Dokumentasi KPP Natuna
Pencarian ABK kapal tanker asing oleh tim sar gabungan di sekitar perairan Anambas, Minggu (15/5/2022). 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Badan SAR Nasional (Basarnas) Natuna masih mencari seorang anak buah kapal (ABK) tanker asing di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Awak kapal MV Aristodimos berbendera Kepulauan Marshall (Marsal Island) yang dilaporkan hilang bernama Anil Sharma.

Pria 39 tahun itu menjadi awak kapal jenis Oil Tanker rute Korea Selatan (Onsa) – Singapura.

Anil Sharma dilaporkan hilang sejak terlihat terakhir pada 13 Mei 2022 pukul 17.30 WIB atau (10.30 GMT), pada posisi kordinat 02°43.88’N – 105°02.92’E, perairan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Selain tim sar gabungan, KPP Natuna juga sudah berkoordinasi dengan pihak kapal tanker asing tersebut melalui SAR Singapura atau RCC Singapura.

Baca juga: Kepala KPP Natuna Tutup Siaga SAR Khusus Lebaran, 2 Wilayah Terdepan Kepri Nihil Kejadian

Baca juga: KPP Basarnas Natuna Kerahkan Kapal Canggih, Pastikan Mudik Warga Anambas Aman

Meski KPP Natuna sedikit kesulitan untuk berkoordinasi karena kendala akses telekomunikasi.

Kepala KPP Basarnas Natuna, Mexianus Bekabel yang ditemui di Anambas mengatakan, pihaknya telah mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Anambas dan Unit siaga Letung dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB ) Pos SAR untuk mencari awak kapal tanker yang dilaporkan hilang itu.

"Kami masih terus mencari dari kejadian hingga saat ini. Di kapal itu kami bersama pihak Lanal Tarempa, Polairud, dan BPBD dan RIB bermalam di Letung, Pulau Jemaja untuk besok melakukan pencarian lagi," ujarnya, Minggu, (15/5/2022).

Ia menerangkan, pihaknya bersama instansi lainnya akan berupaya semaksimal mungkin mencari hingga memantau lokasi kordinat selama lebih kurang 7 hari meski kemungkinannya kecil.

Baca juga: 15 Wisatawan Sempat Terkatung-katung di Laut, Basarnas Cepat Ambil Tindakan

Baca juga: Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Natuna Tangani 12 Kasus Selama 2021

"Kami akan coba mencari sesuai kemampuan SAR nya, setelah itu baru dilakukan pemantaun. Karena laut ini luas kita hanya menggunakan beberapa alat utama (alut) yang mana belum bisa membackup area," terangnya.

Hingga berita ini dimuat, pencarian terhadap ABK kapal asing tersebut masih dilakukan. (TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Berita Tentang Anambas

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved