Warga Karimun Keluhkan Jadwal Pemadaman Listrik Sering Meleset, Ini Tanggapan PLN
Warga Karimun menghujat pemadaman listrik yang dilakukan ULP PLN Tanjungbalai Karimun lantaran waktunya sering kali tak sesuai jadwal yang diumumkan
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
Dijelaskannya, dalam penggunaan listrik di Karimun saat ini berkurang sebanyak 20 persen dari beban daya yang diperlukan sebelum terjadinya gangguan.
"Dengan kondisi sekarang, 20 persen listrik di Karimun hilang. Proses penormalan kembali di lapangan juga butuh waktu, karena waktu beban paling tinggi tengah malam itu 100 trafo dalam posisi padam," terangnya.
Di sisi lain, beban puncak yang harus dipenuhi saat ini terbilang cukup tinggi. Terutama pasca kebijakan dibukanya pintu Pelabuhan Internasional di Karimun.
"Beban saat malam hari itu sebanyak 30,5 MW, sementara saat siang bisa mencapai 24-28 MW. Sedangkan kemampuan efektif 35 MW. Tapi itu sudah berkurang karena mesin yang saat ini kita gunakan mesin lama," tambahnya.
Terakhir, pihaknya menyebut saat ini sedang menunggu relokasi 4 unit mesin agar kondisi kelistrikan di Karimun kembali normal.
"Perkiraan pada tanggal 20 Mei mendatang, ada 4 unit mesin eks Asean Games itu diperkirakan tiba di Karimun. Kemudian untuk PLTU juga mudah-mudahan segara bisa beroperasi dalam waktu dekat ini," pungkasnya.
(TRIBUNBATAM.id / Yeni Hartati)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google