Breaking News:

Satpol PP dan Pedagang Sepakati Enam Poin Soal Relokasi PKL SP 1 di Anambas

Ada enam poin kesepakatan yang diputuskan saat pertemuan Satpol PP dengan PKL, Lurah Tarempa dan OPD terkait soal relokasi PKL di SP 1 Tarempa

tribunbatam.id/istimewa
Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar sosialisasi, bersama sejumlah pelaku Pedagang Kaki Lima (PKL), Lurah Tarempa dan OPD terkait, di Kantor Satpol PP dan Damkar Anambas, Kamis (19/5/2022). 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar sosialisasi, bersama sejumlah pelaku Pedagang Kaki Lima (PKL), Lurah Tarempa dan OPD terkait, di Kantor Satpol PP dan Damkar Anambas, Kamis (19/5/2022).

Sosialisasi tersebut masih dalam rangka relokasi sejumlah pedagang yang berjualan di sepanjang jalan Jembatan Selayang Pandang (SP 1) ke tempat yang lebih aman.

Selain sosialisasi, pertemuan itu juga turut membahas adanya polemik dugaan pungutan liar atau jual beli lapak yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab yang dialami oleh sejumlah calon PKL.

Dari sejumlah unsur kepentingan yang turut diundang oleh Satpol PP, hanya Dinas Perhubungan dan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Anambas yang tidak hadir dalam pembahasan tersebut.

Kabid Penegakan Peraturan dan Kebijakan Daerah, Satpol PP Anambas, Richart mengatakan, dari pertemuan tersebut telah disimpulkan sejumlah kesepakatan bersama antara pemerintah dan pelaku PKL.

"Ada enam poin kesepakatan yang diputuskan dalam pertemuan itu dan semua pihak menyanggupinya," ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk lokasi PKL di sepanjang jalan Jembatan SP I hanya bersifat sementara dan apabila kemudian hari direlokasi maka tidak ada penuntutan ganti rugi.

"Selain itu, untuk menghindari adanya pungutan liar dari oknum tak bertanggung jawab dan menghindari konflik antara berbagai pihak, maka para PKL di SP I dilarang melakukan jual beli lapak," ucapnya.

Baca juga: Ada Dugaan Pungli Relokasi PKL Jembatan SP 1, Pedagang Diminta Lapor Satpol PP Anambas

Baca juga: Satpol PP Anambas Tertibkan PKL di Jembatan SP 1, Sita Gerobak hingga Meja Pedagang

Ia melanjutkan, dari 26 perwakilan PKL yang hadir telah sepakat dan menyanggupi untuk menghias masing-masing lapak dagangan dengan cara mengecat dan memasang lampu hias.

"Sementara itu untuk lapak yang tidak difungsikan dalam waktu satu bulan akan kita pindahkan dan dialihkan ke pedagang lain," jelasnya.

Terhitung dari waktu pelaksanaan rapat digelar, sejumlah PKL diberikan waktu seminggu untuk beraktivitas dan berjualan di lokasi.

"Terakhir dalam kesepakatan tadi, dimensi ukuran lapak PKL dipukul rata 2x5 meter dan apabila terdapat yang melebihi maka sudah sepatutnya dikurangi," tukasnya. (Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved