Breaking News:

Waspada PMK, Gubernur Ansar Terbitkan Surat Edaran untuk Kepala Daerah di Kepri

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengeluarkan surat edaran terbaru terkait peningkatan kewaspadaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tanggal 25 Mei 2022

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang peningkatan kewaspadaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang peningkatan kewaspadaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Surat dengan nomor 440t11 90IDKP2KH-SET/2022, dan ditandatangani pada 25 Mei 2022 itu ditujukan kepada Kabupaten/Kota di Kepri.

Dalam surat tersebut, diharapkan Bupati/Wali kota untuk melakukan mitigasi risiko dan tindakan pencegahan serta pengendalian PMK.

Pertama, PMK tidak berbahaya bagi kesehatan manusia (non zoonosis). Penyakit Mulut dan Kuku (Foat and Mouth Drsease) merupakan penyakit menular akut yang menyerang sapi, kerbau, domba, kambing dan babi dengan tingkat penularan 0 - 100 % serta menimbulkan dampak kerugian ekonomi yang sangat besar akibat penurunan produksi ternak dan menghambat dalam perdagangan hewan serta produk hewan yang dihasilkan.

Kedua, Penyebab PMK adalah virus Foof and Mouth Disease (FMDV) yang masuk dalam famili Picornaviridae dan genus Aphtovirus. Gejala klinis yang muncul adalah demam mencapai 39'- 41"C' nafas cepat, keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa, sariawan, tidak nafsu makan, lesil lepuh pada permukaan selaput lendir mulut, termasuk lidah, gusi, pipi bagian dalam dan bibir, pada kaki lesi akan terlihat jelas pada tumit dan celah kuku, sulit berdiri, gemetar, pincang serta luka pada kaki diakhiri dengan lepasnya kuku'.

Ketiga, penularan PMK dapat melalui kontak langsung (dengan hewan sakit, dengan sekresi dan bahan-bahan yang terkontaminasi virus PMK, serta hewan karier), tidak langsung (melalui bahan/alat yang terkontaminasi virus PMK, petugas kandang, kendaraan transportasi, pakan ternak, produk ternak berupa SuSu, daging, jeroan, tulang, darah, semen, embrio, dan feses dari hewan sakit)'melalui udara (aerosof), serta melalui swill feeding (makanan sisa restoran/hotel/kapal pesawat) terutama untuk ternak babi.

Keempat, upaya dalam pencegahan dan pengendalian PMK antara lain :

a. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat {public awareness) melalui Komunikasi, lnformasi dan Edukasi (KlE) terkait ancaman PMK terhadap kesehatan hewan ternak dan kerugian ekonomi bagi peternak, upaya pencegahan dan pengendalian PMK serta penerapan program biosekuriti yang ketat;

Baca juga: Waspada Wabah PMK, Gubernur Ansar Bentuk Satgas PMK di Kepri, Sekdaprov Jadi Ketuanya

Baca juga: Apa Itu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Pada Sapi dan Pengaruhnya ke Manusia?

b. Mengoptimalkan peran petugas peternakan dan kesehatan hewan untuk melakukan surveilans klinis serta investigasi sebagai upaya deteksi dini terhadap masuknya PMK.

c. Melakukan surveillans epidemiologi dan laboratoris untuk mengetahui situasi penyakit bekerjasama dengan Balai Pelayanan Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Klinik Hewan Provinsi Kepulauan Riau serta Balai Veteriner Bukittinggi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved