Breaking News:

DISKOMINFOTIK ANAMBAS

Satpol PP Anambas Panggil Pemilik Lima Lapak PKL di SP I, Minta Kejelasan Status

Kabid Satpol PP Anambas Richard sebut, pemanggilan pemilik 5 lapak PKL di SP I itu akan digelar Kamis ini untuk minta kejelasan status kepemilikan

tribunbatam.id/istimewa
Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Kabupaten Kepulauan Anambas meninjau Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di Jembatan Selayang Pandang (SP I), Senin (30/5/2022) 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Kabupaten Kepulauan Anambas meninjau Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di Jembatan Selayang Pandang (SP I), Senin (30/5/2022).

Kabid Penegak Peraturan dan Kebijakan Daerah, Satpol PP dan Damkar Kepulauan Anambas, Richart menjelaskan, peninjauan itu rangakaian dari tindak lanjut keputusan rapat yang digelar pihaknya bersama sejumlah pelaku PKL pada Kamis (19/5/2022) lalu.

"Ya peninjauan ini untuk memastikan penataan lapak sesuai peruntukkannya untuk pelaku PKL yang membutuhkan," ujarnya.

Selain itu, penataan itu juga untuk menghindari adanya penguasaan lapak secara berlebihan dari oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Artinya ini pencegahanlah supaya penataan lapak ini sesuai dengan keputusan rapat kita kemarin dan juga mencegah terjadinya indikasi pungutan liar yang kemarin sempat diduga terjadi," terangnya.

Dari hasil tinjauan itu, pihaknya menemukan ada 5 lapak PKL yang belum beroperasi namun telah diisi gerobak.

Richart mengatakan, nantinya pemilik kelima lapak tersebut akan dipanggil oleh pihaknya untuk memastikan kejelasaan peruntukan dan dagangannya.

Apabila ditemukan penguasaan lapak yang berlebih, maka lapak tersebut akan dialihkan kepada pelaku PKL lainnya yang membutuhkan.

Baca juga: Satpol PP dan Pedagang Sepakati Enam Poin Soal Relokasi PKL SP 1 di Anambas

Baca juga: Ada Dugaan Pungli Relokasi PKL Jembatan SP 1, Pedagang Diminta Lapor Satpol PP Anambas

"Kita akan panggil nanti Kamis. Lapak yang kosong ini yang telah ada gerobaknya atas perintah Sekda akan ditarik dulu dan diperuntukkan bagi pedagang yang betul-betul mau berjualan," jelas Richart.

Terakhir, ia tetap mengimbau kepada sejumlah pelaku PKL agar berjualan sesuai titik lokasi yang telah ditetapkan dan tidak keluar batas.

"Kita sudah sepakati titik lapak hanya ada di depan RSUD sampai Cafe Laluna dan dari Batu Tumpak Tige sampai di depan rumah Bapak Alm. Herdi Usman. Ketentuan itu untuk mencegah ambruknya jembatan dan menciptakan suasana nyaman dan aman untuk para pengunjung," ujarnya.

(Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved