Minggu, 3 Mei 2026

VIRAL DI MEDSOS

VIRAL Pelajar SD Tutup Akses Perusahaan Tambang Pakai Kursi dan Meja Sekolah

Media sosial sempat viral dengan aksi sejumlah pelajar sekolah dasar (SD) menutup akses perusahaan tambang gunakan meja & kursi sekolah.

Tayang:
TribunBatam.id via TribunSultra.com
Sejumlah siswa SD (sekolah dasar) di Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara menutup akses jalan milik perusahaan tambang menggunakan kursi dan meja. Aksi protes siswa SD ini terjdi di Puusuli, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Selasa (31/5/2022) kemarin. 

TRIBUNBATAM.id - Aksi sejumlah pelajar sekolah dasar ini sukses menyorot perhatian publik hingga viral di media sosial (medsos).

Mereka berani menutup akses jalan milik perusahaan tambang karena merasa terganggu dengan aktivitas yang beroperasi tidak jauh dari sekolah mereka.

Masih mengenakan seragam sekolah, mereka mengangkat kursi dan meja yang mereka gunakan untuk belajar keluar untuk menutup akses jalan itu.

Beberapa kendaraan operasional tambang pun sempat terhenti dengan aksi sejumlah murid sekolah dasar ini.

Aksi sejumlah pelajar sekolah dasar ini terjadi di Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara menutup akses jalan milik perusahaan tambang menggunakan kursi dan meja.

Salah seorang warga di Desa Puusuli, mengatakan, aksi protes para murid sekolah dasar karena merasa terganggu dengan aktivitas pertambangan selama proses belajar mengajar.

Baca juga: BUMN Tambang Buka Lowongan Kerja Bagi Lulusan Sarjana Semua Jurusan, Simak Syarat dan Tahapannya

Baca juga: Polemik Tambang Pasir Kuarsa Natuna, Bupati: Lahan Bekas Eksplorasi Jadi Milik Daerah

Selain itu, mobil tambang juga merusak jalan menuju sekolah mereka hingga terkadang menghambat para murid yang berangkat ke sekolah.

"Mereka terganggu dengan jalan yang dilalui mobil tambang. Karena jalannya perusahaan tambang tepat berada di depan sekolah mereka," kata warga, Rabu (1/6/2022).

Kemudian mobil yang lalu lalang di depan sekolah, membuat bising hingga menggangu aktivitas belajar-mengajar di sekolah tersebut.

Dampak lain yang juga dirasakan para murid dan warga, yakni jalan di desa mereka juga rusak karena adanya aktivitas pertambangan milik perusahaan tambang.

Kemudian, sumber mata air masyarakat juga berdampak dengan aktivitas tambang.

Sehingga akses air bersih kini susah didapatkan masyarakat setempat.

"Akibat pertambangan ini, sumber mata air di desa kami keruh dan berlumpur karena galian material di perusaaan tambang," ujar warga.

Untuk itu, warga setempat meminta pemerintah bisa mengatasi masalah ini bahkan menindak pihak perusahaan tambang yang tak mau mendengar keluhan warga.

Baca juga: PT IKJ Klaim Kantongi Izin Tambang Pasir Kuarsa di Natuna: Beli Lahan Dari Warga

Baca juga: Dinilai Bikin Resah, Ketua DPRD Natuna Angkat Bicara Soal Tambang Pasir Kuarsa

POLEMIK Tambang di Natuna

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved