Breaking News:

BERITA CHINA

Lagi-lagi China! Pilot Kanada Diganggu Pesawat Tempur Negeri Panda di Perbatasan Korea Utara

Lagi-lagi militer China mendapat protes yang kali ini datang dari Kanada. Militer Xi Jinping dituduh Kanada mengganggu pilotnya saat patroli

Republic of China (ROC) Ministry of National Defense via AP)
FOTO ILUSTRASI - Lagi-lagi China! Pilot Kanada Diganggu Pesawat Tempur Negeri Panda di Perbatasan Korea Utara 

TRIBUNBATAM.id - Lagi-lagi militer China mendapat protes, yang kali ini datang dari Kanada.

Militer Xi Jinping dituduh Kanada mengganggu pilotnya, saat patroli pemantauan.

Kanada menyebut pesawat tempur China terbang dekat pilot mereka di perbatasan Korea Utara.

Pada Kamis (2/6), Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebut laporan itu "sangat meresahkan" dan Pemerintah Kanada menanggapi situasi tersebut "sangat serius".

"Kanada adalah bagian aktif dari misi penting di Pasifik Utara untuk memastikan bahwa sanksi yang diterapkan pada Korea Utara ditegakkan dengan benar dan fakta bahwa China memilih untuk melakukan itu sangat meresahkan," tegasnya.

"Kami akan membicarakannya langsung dengan pejabat dan mitra China, dan memastikan ini tidak terus menjadi bagian dari pola eskalasi," imbuh dia, seperti dilansir Al Jazeera.

Baca juga: WARNING China untuk AS dan Taiwan, Militer Beijing Patroli Kesiapan Tempur di Wilayah Laut dan Udara

Baca juga: Belum Selesai Masalah di Taiwan, China Malah Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan

Angkatan Bersenjata Kanada mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu (1/6), pesawat-pesawat China kadang-kadang terbang sangat dekat, sehingga memaksa pilot Kanada segera mengubah arah untuk "menghindari potensi tabrakan dengan pesawat yang mencegat".

Insiden itu terjadi antara 26 April dan 26 Mei.

"Dalam interaksi ini, pesawat PLAAF (Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat) tidak mematuhi norma-norma keselamatan udara internasional," kata Angkatan Bersenjata Kanada, seperti dikutip Al Jazeera.

"Interaksi ini tidak profesional dan atau membahayakan keselamatan personel RCAF (Angkatan Udara Kerajaan Kanada)," ujar Angkatan Bersenjata Kanada.

Militer Kanada menambahkan, interaksi di wilayah udara internasional selama misi yang mendapat persetujuan PBB menjadi lebih sering.

"Kejadian ini juga telah ditangani melalui saluran diplomatik," ungkap Angkatan Bersenjata Kanada.

China yang menjadi sekutu terbesar Korea Utara, tidak segera menanggapi tuduhan Kanada tersebut.

Baca juga: AS Janji Lindungi Taiwan jika Diserang China, Beijing Singgung Kekuatan 1,4 Miliar!

Baca juga: Giliran Australia Protes China, Kapal Mata-mata Tiongkok di Lepas Pantai Barat Negeri Kanguru

Tetapi Beijing mengatakan pihaknya memberlakukan sanksi yang dijatuhkan oleh Dewan Keamanan PBB terhadap Korea Utara.

Baik China maupun Rusia telah menyerukan pelonggaran sanksi terhadap Korea Utara dengan alasan kemanusiaan.

.

.

.

(TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kontan

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved