BATAM TERKINI
Menteri Sosial Ungkap Tujuan Kunjungi Pulau Bertam, Belakang Padang Batam
Menteri Sosial RI Tri Rismaharini berkunjung ke Pulau Bertam, Kelurahan Kasu, Belakang Padang, Batam, Selasa (7/6/2022). Ini tujuan dan agendanya.
Penulis: ronnye lodo laleng |
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Menteri Sosial RI Tri Rismaharini berkunjung ke pulau Bertam, Kelurahan Kasu, Belakang Padang, Batam Selasa (7/6/2022).
Selain ingin melihat secara langsung masyarakat suku laut, kunjungan tersebut dalam mewujudkan pembangunan kesejahteraan sosial di Kawasan Terluar, Tertinggal dan Terdepan (3T) melalui Program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) dan Program Kewirausahaan Sosial (Prokus) Kementerian Sosial (Kemensos).
Di Kelurahan Kasu sendiri, terdapat tiga pulau yang dihuni oleh Suku Laut yaitu, Pulau Bertam, Lingke dan Pulau Gara.
Adapun jumlah penduduk Suku Laut di Pulau Bertam sebanyak 57 Kepala Keluarga (KK)/ 153 Jiwa.
Masyarakat Pulau Bertam sebagian besar sumber mata pencahariannya yaitu dari hasil penangkapan dan pengolahan ikan.
Dalam kesempatan kali ini Mensos Risma tidak hanya ditemani oleh jajaran dari Kemensos, tetapi juga didampingi oleh Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kolaborasi Kemensos dengan ITB dalam rangka melakukan perencanaan dan penyusunan program pemberdayaan dengan memanfaatkan teknonologi, meninjau sekaligus melakukan survey langsung untuk menggali lebih mendalam terkait kebutuhan warga Suku Laut yang bisa diakomodir dari hasil kolaborasi ini.
Selain melakukan penyusunan program, Kemensos juga telah memberikan beberapa bantuan pemberdayaan di antaranya pembangunan sarana usaha kedai, perlengkapan community center, kreasi atensi usaha kue, warung nasi, dan bilis produksi kreasi atensi usaha hidroponik.
Baca juga: 6.000 Honorer di Batam Terancam Kehilangan Pekerjaan Tahun Depan, Dunia Pendidikan PalingTerdampak
Baca juga: 4,7 Ton Ikan Impor Ilegal Ditangkap di Batam, PSDKP Berencana Bagikan ke Penderita Stunting
Pada kesempatan itu, Ketua RW 06 pulau Bertam Ahat memaparkan beberapa keluhan masyarakat setempat kepada Menteri Sosial.
Satu di antaranya adalah kesulitan anak-anak sekolah setempat saat hendak berangkat sekolah.
"Anak-anak setempat saat berangkat sekolah mereka harus naik pompong yang mana jarak dari pulau Bertam ke pulau Kasu cukup jauh, satu bulan biaya transportasi bisa mencapai Rp 1,5 juta," ujar Ahat Selasa (7/6/2022).
Pada kesempatan tersebut, Ahat juga meminta agar pemerintah Kota Batam dan Kemensos RI bisa membangun sekolah SMP jauh di pulau Bertam, sehingga anak-anak setempat tidak perlu lagi sekolah di Pulau Kasu.
Menanggapi hal tersebut Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan pihaknya akan menampung keluhan dari masyarakat tersebut.
"Keluhan dari masyarakat akan saya sampaikan kepada Kementerian PUPR. Saya hari ini berkonsentrasi untuk mewujudkan pembangunan kesejahteraan sosial di Kawasan Terluar, Tertinggal dan Terdepan (3T)," kata Risma. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/07062022Menteri-Sosial-RI-Tri-Rismaharini.jpg)