Breaking News:

Ancaman Resesi Amerika Serikat, Sri Mulyani Amankan Keuangan Indonesia

Amerika Serikat terancam resesi ekonomi membuat Indonesia melalui Menkeu Sri Mulyani mengambil sejumlah langkah.

TribunBatam.id via AFP
Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengecam rencana Trump terkait pengajuan calon Mahkamah Agung menjelang pemilihan Presiden Amerika Serikat. Indonesia mengambil langkah dengan ancaman resesi ekonomi Amerika Serikat. 

TRIBUNBATAM.id - Amerika Serikat terancam mengalami resesi ekonomi.

Resesi yang bakal terjadi di Amerika Serikat ini sebelumnya disampaikan CEO Tesla, Elon Musk.

Ia menyebut jika resesi ekonomi di Amerika Serikat bakal terjadi dalam waktu dekat.

Kekhawatiran akan resesi muncul setelah kebijakan Federal Reserve yang baru-baru ini menaikkan suku bunga.

Kenaikan suku bunga juga akan dilakukan secara agresif untuk menekan inflasi.

Bos Tesla ini sebelumnya sudah mengambil langkah untuk mengantisipasi hal ini.

Dalam email internal kepada para eksekutif Tesla, Musk mengatakan dia memiliki kekhawatiran tentang ekonomi yang terjadi saat ini.

Baca juga: Amerika Serikat Umumkan Tambah Bantuan 20 Juta Dolar AS Bantu Krisis Ekonomi Sri Lanka

Baca juga: Elon Musk Sebut Amerika Serikat Bakal Hadapi Resesi Ekonomi, Pebisnis Lain Cemas

Hal inilah yang menjadi sebab kebijakan PHK di Tesla.

Prediksi Elon Musk akan kondisi ekonomi Negeri Paman Sam itu juga diungkap oleh beberapa pebisnis lainnya.

Bagaimana Indonesia menghadapi resesi Amerika Serikat ini?

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dengan situasi Amerika Serikat (AS) terancam resesi, pihaknya sekarang memusatkan level dan sumber risiko yang berasal dari volatilitas sektor keuangan.

Dia menjelaskan, ancaman resesi itu akibat adjustment atau perubahan dari kebijakan yang terjadi, karena adanya disrupsi suplai dan inflasi untuk kemudian harus distabilkan.

"Kalau kita lihat dari sisi sektor keuangan, kita lihat US Treasury ini sekarang sudah mengalami kenaikan di level bahkan 3,21 persen untuk 10 tahun. Lalu dolar AS indeks juga mengalami penguatan di level 104, CDS (credit default swap) 5 tahun dan spread surat berharga negara (SBN) kita dalam hal ini juga mengalami kenaikan," ujarnya dalam raker dengan Banggar DPR RI, Jumat (1/7/2022).

Selanjutnya, capital outflow atau arus modal keluar di Indonesia juga terpengaruh dengan perubahan yang terjadi di Negeri Paman Sam.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved