Ancaman Resesi Amerika Serikat, Sri Mulyani Amankan Keuangan Indonesia
Amerika Serikat terancam resesi ekonomi membuat Indonesia melalui Menkeu Sri Mulyani mengambil sejumlah langkah.
Forbes mencatat, 76,1 persen CEO percaya, mereka akan menghadapi resesi sekitar akhir tahun 2023 di wilayah operasi mereka.
Survei tersebut, dilakukan oleh kelompok riset bisnis Conference Board pada bulan Mei.
Atau sebelum kenaikan tajam suku bunga Federal Reserve, yang meningkatkan kekhawatiran tentang resesi.
CEO Morgan Stanley James Gorman juga mengungkapkan kekhawatirannya akan resesi.
Baca juga: Dubes Amerika Serikat Minta Indonesia Tak Ambil Pusing Gertak China Atas Laut Natuna Utara
Baca juga: Rusia Makin Garang Gempur Ukraina, Amerika Serikat dan Inggris Siapkan Sanksi
Gorman mengatakan, peluang resesi yang terjadi 50:50, dengan tingkat yang cukup dalam dan waktu yang panjang.
Sementara itu, CEO JP Morgan Jamie Dimon, juga menyebutkan resesi sebagai badai ekonomi yang dipicu oleh perang Ukraina dan inflasi AS yang tinggi.
Dimon mengatakan, bank-nya saat ini sedang mempersiapkan pilihan yang terburuk jika resesi terjadi.
Hal senada disampaikan juga oleh CEO Wells Fargo Charles Scharf yang mengakatan akan sulit untuk menghindari resesi.
Namun ia memperkirakan resesi tidak terjadi dalam waktu dekat ini.(TribunBatam.id) (Tribunnews.com/Yanuar Riezqi Yovanda)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google
Sumber: Tribunnews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/biden-mengecam-rencana-trump.jpg)