Breaking News:

BERITA SINGAPURA

Singapura Lokasi Warga Indonesia Simpan Harta Terbanyak Demi Hindari Pajak

Singapura tetangga Batam jadi pilihan orang Indonesia simpan hartanya demi terhindar dari pajak. Selain Singapura, terdapat China dan Amerika Serikat.

TribunBatam.id via visitsingapore.com
Warga Singapura tampak bermain bola dengan latar bangunan megahnya. Kementerian Keuangan Indonesia mengungkap Singapura yang bertetangga dengan Batam ini menjadi negara penympan harta terbanyak warga Indonesia demi terhindar dari pajak. 

TRIBUNBATAM.id - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani mengungkap fakta menarik tentang Singapura.

Singapura yang bertetangga dengan Batam, kota di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu menjadi pilihan orang Indonesia untuk menyimpan hartanya demi terhindar dari pajak.

Menkeu Sri Mulyani mengungkap jika Singapura menjadi negara asal terbesar dalam deklarasi dan repatriasi harta bersih wajib pajak pada Program Pengungkapan Sukarela (PPS) alias Tax Amnesty Jilid II.

Jumlahnya pun terbilang fantastis.

Kementerian Keuangan mengumpulkan sedikitnya Rp 59,96 triliun dari pengungkapan wajib pajak yang memiliki harta di Singapura dengan 7.997 jumlah peserta.

Dari harta itu, Kemenkeu memperoleh Rp 7,29 triliun penerimaan pajak penghasilan (PPh).

Selain Singapura, China dan Amerika Serikat dilaporkan juga menjadi negara bagi orang Indonesia untuk menyimpan hartanya demi terhindar dari pajak.

Baca juga: Singapura Izinkan Tiga Perusahaan Indonesia Ekspor Daging Ayam Olahan

Baca juga: Singapura Kalahkan Malaysia Soal Daerah Layak Huni di Asia Tenggara

Kemenkeu merinci jika harta terbesar wajib pajak yang dideklarasikan dan direpatriasikan terbesar lainnya dalam PPS yakni berada di Kepulauan Virginia, Britania Raya sebesar Rp 4,97 triliun dari 50 wajib pajak, dengan PPh terkumpul Rp 601,9 miliar.

Ia melanjutkan, terdapat 432 wajib pajak yang melaporkan harta di Hong Kong sejumlah harta Rp 3,58 triliun dan terkumpul penerimaan Rp 440,71 miliar.

Serta ada 1.154 wajib pajak yang melaporkan harta Rp 2,76 triliun di Australia dan dibayarkan PPh senilai Rp 372,14 miliar.

Adapun Tiongkok terdapat 332 wajib pajak sebesar Rp 1,51 triliun.

Sehingga membayarkan pajak senilai Rp 180,6 miliar.

Serta 442 wajib pajak melaporkan harta senilai Rp 1,18 triliun dengan nilai setoran pajak Rp 162,24 miliar.

Selanjutnya, Sri Mulyani menyebutkan terdapat 399 wajib pajak yang berdomisili maupun memiliki harta di Amerika Serikat (AS), yang melaporkan harta Rp 1,27 triliun dan diterima PPh sebesar Rp 160,39 miliar.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved