Rabu, 15 April 2026

BERITA SINGAPURA

Singapura Izinkan Tiga Perusahaan Indonesia Ekspor Daging Ayam Olahan

Sebelum Indonesia, Singapura sebelumnya mengandalkan daging ayam dari negeri jiran Malaysia, termasuk negara lain di Asia Tenggara.

TribunBatam.id via SINGAPORE
Foto warga Singapura di belakang Patung Merlion. Otoritas Singapura mengizinkan tiga perusahaan Indonesia untuk mengekspor daging ayam olahan ke negaranya. 

SINGAPURA, TRIBUNBATAM.id - Singapura akhirnya mengizinkan Indonesia untuk mengekspor daging ayam olahan.

Kebijakan Singapura untuk menerima daging ayam olahan dari Indonesia ini dipertegas dengan pengumuman yang disampaikan Badan Makanan Singapura atau Singapore Food Agency pada 30 Juni 2022.

Selama ini Singapura mengandalkan pasokan daging ayam olahan dari negeri jiran Malaysia.

Pasokan daging ayam olahan ke Singapura sempat terhenti setelah negeri jiran mengambil kebijakan menghentikan sementara ekspor ayam untuk mengamankan kepentingan dalam negeri Malaysia pada 1 Juni 2022.

Meski pada akhirnya, kebijakan itu telah berakhir.

Baca juga: Singapura Kalahkan Malaysia Soal Daerah Layak Huni di Asia Tenggara

Baca juga: REAKSI Gubernur Kepri Terkait Dugaan Kartel Tarif Kapal Batam - Singapura

Departemen Layanan Kedokteran Hewan Kementerian Pertanian dan Industri Makanan mencatat jika, Malaysia mengekspor ayam hidup lebih dari 49 juta ayam hidup serta 42,3 ton daging ayam dan bebek pada tahun 2020.

"Dengan senang hati kami informasikan bahwa Indonesia telah disetujui untuk mengekspor
daging ayam olahan beku, dingin dan panas dan produk daging ayam untuk
Singapura," tulis pengumuman dalam situs resmi SFA.

Terdapat tiga perusahaan di Indonesia dalam pengumuman itu yang diizinkan untuk mengekspor daging ayam olahan ke Singapura.

Perusahaan yang ingin mengekspor produk ini ke Singapura harus
disetujui secara individual oleh SFA.

Pemerintah Republik Indonesia sebelumnya mendukung rencana dilakukannya ekspor ayam ke 'Negeri Singa' itu.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan mengungkap dukungan rencana ekspor daging ayam ke Singapura karena komoditas ayam terbilang dalam posisi kelebihan pasokan atau oversupply.

"Posisi oversupply kenapa gak dimanfaatkan," kata di Pasar Jaya Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (25/6).

Oke menilai harga ayam di Singapura saat ini cukup kompetitif.

Baca juga: Wawancara Eksklusif Ketua Kadin Batam, Nasib Harga Tiket Kapal Singapura Hingga Dugaan Kartel

Baca juga: Kemendag Siap Ekspor Daging Ayam ke Singapura Gantikan Peran Malaysia

Hal ini karena Singapura tengah kekurangan pasokan ayam setelah Malaysia memutuskan untuk menghentikan ekspor ayam ke Singapura untuk sementara waktu.

"Intinya Singapura sekarang sedang kesulitan akibat kebijakan larangan ekspor dari Malaysia," ucap Oke.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved