Rabu, 22 April 2026

Dua Petinggi Singapura Positif Covid-19, Hasil Tes Sempat Negatif

Presiden Singapura Halimah Yacob dan Ketua Parlemen Singapura, Tan Chuan-jin positif covid-19. Mereka sempat menjalani tes dengan hasil negatif corona

TribunBatam.id via AFP PHOTO
Presiden Singapura Halimah Yacob dalam sebuah kesempatan sebelum kondisi covid-19. Ia bersama Ketua Parlemen Singapura, Tan Chuan-jin dilaporkan positif virus corona. 

SINGAPURA, TRIBUNBATAM.id - Kondisi Ketua Parlemen Singapura Tan Chuan-jin dilaporkan terus membaik.

Tan Chuan-jin, Ketua Parlemen Singapura sebelumnya dilaporkan positif Covid-19.

Kabar Ketua Parlemen Singapura, Tan Chuan-jin positif virus corona ia posting dalam laman Facebook, Senin (4/7/2022),

Mulanya, ia merasa agak flu, tetapi hasil tes menunjukkan hasil negatif.

Sampai akhirnya ia menjalani tes lagi sebelum menghadiri rapar di Parlemen Singapura hingga dinyatakan positif covid-19.

"Sejauh ini baik-baik saja. Semoga gejalanya ringan," imbuhnya, seperti dilansir Kontan.co.id dari Channel News Asia.

Tidak hanya Ketua Parlemen Singapura, Presiden Singapura, Halimah Yacob dilaporkan juga positif covid-19 pada hari yang sama.

Baca juga: Bidik 5.000 Wisman per Bulan, BRC Gandeng Resorts World Cruises Singapura

Baca juga: Maskapai Batik Air Resmi Terbang Rute Medan-Singapura Per 1 Juli

Ia dilaporkan dengan gejala mirip flu ringan.

Halimah menghadiri acara NUS Bukit Timah Homecoming pada Sabtu (2/7) pekan lalu, dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-65 Fakultas Hukum dengan acara pemotongan kue.

Dia juga memimpin parade Hari Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) pada Jumat (1/7), meninjau kontingen Pengawal Kehormatan dan mempersembahkan State Colours kepada Unit Tempur Terbaik tahun ini.

"Syukurlah, saya telah divaksinasi dan dikuatkan. Saya berharap segera pulih dan saya menyesal harus melewatkan acara minggu ini," katanya dalam sebuah posting di Facebook, seperti dikutip Channel News Asia.

Lebih dari 2.000 Prajurit Nasional Siap Operasi SAF (NSmen), Prajurit Nasional Penuh Waktu (NSF) dan Prajurit Nasional Reguler menghadiri pawai tersebut.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) hingga 4 Juli 2022 mencatat, terdapat 631 pasien covid-19 yang mendapat perawatan di rumah sakit.

Kemudian sebanyak 74 pasien memerlukan suplai oksigen.

Baca juga: Jumlah Wisman ke Batam Naik 105,68 Persen, Singapura Pelancong Terbanyak

Baca juga: Singapura Lokasi Warga Indonesia Simpan Harta Terbanyak Demi Hindari Pajak

Serta 14 pasien virus corona menjalani perawatan di ICU.

MASKER jadi Kunci Utama

Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung mengatakan, pemakaian masker akan menjadi kunci utama setelah memasuki era new normal hidup bersama Covid-19.

Dalam wawancara eksklusif dengan The Straits Times, Ong menyebut bahwa masker menjadi cara paling ampuh dan efektif dalam mengurangi penyebaran Covid-19.

Menurut dia, pencabutan pemakaian masker akan menjadi kebijakan terakhir yang akan diambil saat Singapura sudah berdamai dengan virus Corona.

"Pemakaian masker mungkin menjadi salah satu hal terakhir yang kami pertimbangkan untuk dicabut. Dan, bahkan jika kami mencabutnya, mungkin hanya untuk lingkungan yang aman saja, seperti area terbuka,"

"Masker akan memungkinkan kita untuk melakukan lebih banyak hal, dibandingkan dengan tidak memakai masker dalam hal risiko, itu adalah salah satu hal yang paling masuk akal untuk dilakukan." kata Ong, Kamis, (1/7/2021).

Ia merujuk pada Israel yang baru-baru ini kembali meminta warganya memakai masker di dalam ruangan setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Baca juga: Singapura Kalahkan Malaysia Soal Daerah Layak Huni di Asia Tenggara

Baca juga: Wawancara Eksklusif Ketua Kadin Batam, Nasib Harga Tiket Kapal Singapura Hingga Dugaan Kartel

Persyaratan untuk memakai masker telah menjadi aturan pembatasan terakhir di Israel usai semua tindakan Covid-19 lainnya secara bertahap dikurangi.

Negara pimpinan Naftali Bennett ini menjadi salah satu negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di dunia, dengan lebih dari 59 persen penduduknya telah divaksin.

Israel kemudian menerapkan kembali persyaratan tersebut setelah mencatat lebih dari 100 kasus harian baru selama beberapa hari berturut-turut. Sebagian besar kasus itu diduga karena varian Delta.

Padahal Juni lalu, tak ada laporan kasus Covid-19 baru di negara tersebut.

Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mendesak orang yang sudah divaksin secara penuh untuk tetap memakai masker dan mematuhi aturan protokol kesehatan demi mencegah infeksi.

Meski, vaksinasi dinilai sangat efektif dalam mencegah penyakit yang tergolong parah dan mengurangi angka kematian, namun belum diketahui sejauh mana vaksin mampu melindungi terhadap infeksi ringan atau tanpa gejala.(TribunBatam.id/Lia Sisvita Dinatri) (Kontan.co.id/SS. Kuniawan)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Kontan.co.id

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved