Breaking News:

FEATURE

Mengenal Tudung Manto Warisan Budaya Lingga Tak Lekang Zaman

Warisan budaya di Lingga bernama Tudung Manto masih tetap lestari meski zaman sudah terus berkembang ke arah digital.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Febriyuanda
Pengrajin saat membuat Tudung Manto di Gerai Dekranasda Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. Warisan budaya asal Lingga ini tak lekang oleh waktu. 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Lembaran kain tipis yang lembut dibentang pada rangka kecil persegi panjang.

Kain tipis itu tampak tegang karena seluruh sisinya diikat ke kerangka yang tingginya 50 sentimeter itu.

Pengrajin menyebut proses ini dengan nama 'nekat'.

Hingga jemari terampil pengrajin mulai menjahit kain yang tegang itu.

Seorang wanita kemudian mulai merajut benang di lembaran kain itu.

Prosesnya mirip bordir namun semuanya dilakukan dengan tangan.

Kepala mereka tampak tertunduk.

Baca juga: Ketua Dekranasda Lingga Resmikan Tempat Keterampilan Tekad Tudung Manto Encik Zulaika

Proses pembuatan tudung manto warisan budaya Lingga 1
Pengrajin saat membuat Tudung Manto di Gerai Dekranasda Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. Warisan budaya asal Lingga ini tak lekang oleh waktu.

Beberapa wanita yang menjadi pengrajin terlihat tekun.

Mereka tampak tenang dan hati-hati memegang jarum khusus dan kemudian memasukkan bersama kelingkan ke kain tersebut.

Kelingkan adalah jenis benang khusus dari kawat yang halus dan lentur, menjadi hiasan wajib dalam pembuatan kain warisan itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved