Breaking News:

TRIBUN PODCAST

Dinkes Batam Ajak Orangtua Sukseskan BIAN, Ini Manfaatnya Bagi Anak

Dinkes Batam sebut pencapaian BIAN saat ini masih di bawah 95 persen. Pihaknya berharap orangtua mau berpartisipasi bawa anaknya imunisasi ke faskes

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
screenshot facebook Tribun Batam
Kepala Seksi (Kasi) Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, dr Fairuza Iaily jadi narasumber Tribun Podcast, Jumat (15/7/2022) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Saat ini pemerintah sedang gencar menggelar Bulan Imunisasi Anak Nasional atau BIAN.

Setidaknya pencanangan BIAN ini sudah dilaksanakan sejak 18 Mei 2022 untuk tahap 1.

Namun, capaian imunisasi itu belum optimal, hingga Dinas Kesehatan berharap para orangtua mau ikut berpartisipasi membawa anaknya imunisasi di fasilitas kesehatan.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, dr. Fairuza Iaily mengatakan, pencapaian BIAN saat ini masih di bawah 95 persen.

Sehingga target yang awalnya berakhir pada 18 Juni, diperpanjang lagi hingga 29 Juli 2022.

Ia menyebutkan, pelaksanaan BIAN ini memang digencarkan mulai tahun ini.

"Jadi kita pemerintah sudah berkomitmen pada tahun 2023 akan mengeliminasi penyakit campak," kata wanita yang kerap disapa Dokter Ika ini kepada TribunBatam.id saat menghadiri Tribun Batam Podcast, Jumat (15/7/2022).

Baca juga: Dinkes Batam Ungkap Kekhawatiran Orangtua Anaknya Divaksin Rubella

Ia melanjutkan, pada tahun 2026 secara global juga sudah berkomitmen untuk menghilangkan polio.

"Itu alasan kenapa pemerintah membuat BIAN," ujarnya.

Melihat kenyataan yang terjadi, Ika mengungkapkan sudah ada wadah campak dan polio yang menyerang di beberapa daerah bagian Indonesia Timur.

Melihat imunisasi dua tahun terakhir yang masih rendah, diprediksi bakal memunculkan wabah bagi anak di Indonesia.

Ika menjelaskan, khusus campak sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus morbili, dengan gejala merah-merah dan demam tinggi.

"Jadi dulu kalau kecil pernah ngerasain merah-merah, demam dan gak mau makan, bisa langit-langit juga merah, mata juga merah itu adalah gejala campak yang ringan," jelasnya.

"Yang beratnya gejalanya bisa ke ginjal dan otak, yang menyebabkan kematian," sambungnya.

Sementara itu ia menjelaskan, rubella dikhususkan vaksinasi untuk anak usia dini, karena berdasarkan penelitian penyakit paling banyak menyerang anak di bawah 15 tahun.

"Sebenarnya vaksin BIAN ini bukan vaksin baru dibuat, ini adalah vaksin-vaksin yang biasa kita pakai di Posyandu," ungkapnya.

Ika menuturkan, bahwa vaksin ini penting untuk menjadi bekal anak di kemudian hari, sebagai pelindung dari penyakit hingga 10 tahun atau 20 tahun ke depan.

(Tribun Batam.id/Febriyuanda)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved