Breaking News:

TRIBUN PODCAST

Dinkes Batam Ungkap Kekhawatiran Orangtua Anaknya Divaksin Rubella

Dinkes Batam mengungkapkan, 40 persen orangtua belum setuju anaknya dapat vaksin rubella. Ada beberapa hal yang menyebabkannya

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
screenshot facebook Tribun Batam
Kepala Seksi (Kasi) Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, dr Fairuza Iaily jadi narasumber Tribun Podcast, Jumat (15/7/2022) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Capaian vaksinasi rubella di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sudah lebih dari 150 ribu anak.

Capaian ini dimulai dari 27 Mei hingga 11 Juni 2022.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, dr Fairuza Iaily.

"Untuk antusias orangtua, sebagian besar 60 persen setuju, tapi 40 persen juga puluhan ribu masih ragu-ragu," kata wanita yang kerap disapa Dokter Ika ini saat hadir di Tribun Batam Podcast, Jumat (15/7/2022).

Ika mengungkapkan, 40 persen orangtua yang belum setuju pelaksanaan vaksin rubella ini disebabkan beberapa hal.

Pertama, orangtua mengira ada unsur haram yang terkandung dalam vaksin, sehingga membuat orangtua enggan membawa anaknya untuk pergi vaksin.

"Vaksin yang kita pakai kan bukan vaksin baru, sudah mengantongi sertifikat halal MUI," ujarnya.

Baca juga: Ketua TP PKK Natuna Tinjau Kegiatan BIAN, Septi Minta Masyarakat Dukung Program Pemerintah

Sementara penyebab lainnya, orangtua menginginkan herbalis bagi si anak.

Tidak hanya vaksin, tetapi juga menolak obat, sehingga menjadi salah satu alasan keengganan orangtua untuk membawa anaknya vaksin.

Alasan lainnya tutur Ika, orangtua juga khawatir dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Diketahui, KIPI merupakan satu reaksi tubuh seseorang yang tidak diinginkan, muncul setelah pemberian vaksin.

Terkait KIPI ini, Ika menjelaskan, bahwa orangtua tidak perlu khawatir, karena KIPI yang sering terjadi adalah rasa nyeri di lengan.

"Sebenarnya itu wajar karena kita ingin memasukkan vaksinnya. Sudah 170 ribu anak lebih yang kita vaksin, belum ada yang KIPI hingga saat ini," tutur dr Ika.

"Kalau terjadi apapun itu, pemerintah bakal tanggung jawab 100 persen," tambahnya.

Ika mengimbau, untuk partisipasi orangtua dalam mendukung program vaksinasi Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di sekolah.

Selain menyemangati sang anak, Ika berharap orangtua bisa mendukung guru di sekolah, agar tidak menyebabkan informasi yang salah.

Ia juga mengajak orangtua untuk mencari informasi yang benar terkait vaksinasi campak rubella khususnya.

"Jika sudah mendapatkan informasi yang benar, mungkin bisa dikasih tahu ke orangtua lainnya yang masih ragu," ujarnya. (Tribun Batam.id/Febriyuanda)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved