Breaking News:

ANAMBAS TERKINI

REAKSI Warga saat Tahu MV Puteri Anggraeni 05 Hentikan Pelayaran ke Anambas

Sejumlah warga yang terbiasa naik feri MV Puteri Anggraeni 05 dari dan ke Tanjungpinang - Batam - Anambas bereaksi terhadap penghentian aktivitas feri

ISTIMEWA
Kapal ferry MV Puteri Anggraeni 05 dari Tanjungpinang - Batam ke Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas. Penutupan sementara pelayaran feri MV Puteri Anggraeni 05 dari dan ke Tanjungpinang - Batam - Anambas menuai beragam tanggapan masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas. 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Penutupan sementara pelayaran feri MV Puteri Anggraeni 05 dari dan ke Tanjungpinang - Batam - Anambas menuai beragam tanggapan masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas.

Itu setelah Kepala Cabang PT Putra Maju Global Indonesia, Kabupaten Anambas Supardi menerangkan waktu penutupan penyeberangan pada tanggal 21 Juli 2022 pada pemberitaan sebelumnya.

Dijelaskan, rute pelayaran kapal cepat itu akan dialihkan menjadi rute pelayaran internasional menuju Malaysia.

Sehingga alat angkutan yang juga menjadi andalan warga Anambas itu akan terhenti sementara sampai menunggu penggantinya dengan kapal cepat yang lain.

Warga Tarempa, Virgiawan mendapat kabar tersebut mengaku prihatin, lantaran ia sendiri cukup sering menggunakan layanan angkutan kapal cepat itu untuk melakukan penyeberangan ke Kota Tanjungpinang.

"Kalau feri itu berhenti beroperasi tentu menambah kesulitan akses transportasi buat kita masyarakat, karena hampir setiap ada jadwal kapal penumpang juga cukup ramai," ucapnya, Rabu (20/7/2022).

Baca juga: MV Puteri Anggraeni 05 Stop Beroperasi, Dishub LH Anambas Minta Kapal Pengganti

Meski masih terdapat feri alternatif VOC Batavia, menurutnya, akomodasi angkutan laut itu terbilang tak mencukupi dan sebanding untuk melayani rute perjalanan masyarakat Anambas.

"Kalau misalnya kapal VOC Batavia docking, tentu tidak ada lagi kapal cepat alternatif lainnya. Sementara itu, kapal perintis juga belum jalan karena docking," jelasnya.

Virgiawan yang juga mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi di Kota Tanjungpinang itu berharap, penutupan penyeberangan feri MV Puteri Anggraeni tidak berlansung lama dan segera digantikan dengan feri yang lain.

"Semoga lah segera didatangkan feri pengganti, karena kalau pakai Pelni itu sampainya lama kalau mau ke tujuan," terangnya.

Pernyataan yang sama juga datang dari warga Kecamatan Jemaja Timur, Fendi. Ia turut menyesalkan tutupnya rute pelayaran feri MV Puteri Anggraeni 05 dari dan ke Tanjungpinang - Batam - Anambas.

Menurutnya, dengan hanya satu feri yang melayani rute penyeberangan penumpang di Anambas nantinya akan menimbulkan penguasaan harga tiket.

"Ya jelas nanti bisa terjadi penguasaan harga, karena tidak ada pihak pembanding atau kapal pesaing lainnya," sebutnya. (TRIBUNBATAM.id/Noven Simanjuntak)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved