Jumat, 17 April 2026

BATAM TERKINI

Kualitas Udara Batam Tidak Sehat, KLHK Minta Langkah Tegas Pemko Kurangi Polusi

Kualitas udara Batam menjadi satu-satunya yang tidak sehat dari 39 stasiun berdasarkan Index Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dirilis KLHK.

Editor: Dewi Haryati
Istimewa
ilustrasi kondisi udara dilihat dari pengukur ISPU. Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan merilis Index Standar Pencemar Udara (ISPU). Kualitas udara Batam menjadi satu-satunya yang tidak sehat dari 39 stasiun. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kualitas udara di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjadi perbincangan, setelah Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan merilis Index Standar Pencemar Udara (ISPU).

Dalam rilis itu Batam masuk dalam kategori sedang atau di ambang batas sehat dan tidak sehat dalam tiga tahun terakhir.

Data yang diungkap ke Instagram Story direktorat itu mencatat, kualitas udara Batam menjadi satu-satunya yang tidak sehat dari 39 stasiun.

Karena nilai ISPU-nya mencapai 101 pada 24 Juli 2022. Maka dari itu perlu ketegasan langkah dari Pemerintah Kota (Pemko) untuk mengurangi polusi.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Luckmi Purwandari via Google Meet pada Kamis (28/7/2022) pagi.

Ia melanjutkan, kadar udara dikatakan sehat jika ISPU di bawah 100, 100-299 dalam kategori tidak sehat, 200-299, kategori sangat tidak sehat dan di atas 300 kategori berbahaya.

Baca juga: VIDEO - Sejak Kebijakan Bekerja di Rumah Diberlakukan, Kualitas Udara di Jakarta Membaik

“Batam itu sedang di angka 51-100,” katanya.

Diakuinya kualitas udara di Batam masuk kategori sedang selama tiga tahun terakhir karena berbagai faktor.

Pertama adanya pembakaran sampah, pembangunan yang sedang berjalan dan sumber area yang buruk seperti pabrik dan lainnya.

“Adanya pembakaran sampah itu juga menjadi penyebabnya,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada pemerintah daerah supaya ada kebijakan yang jelas soal pengelolaan sampah, agar kualitas udara bisa lebih baik.

Selain itu, mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak memenuhi baku mutu seperti pembakaran sampah, merokok dan menggunakan kendaran yang memiliki emisi tinggi.

“Pemerintah harus memiliki kebijakan yang jelas. Biasanya kan warga langsung bakar karena pembakaran yang tidak sempurna itu memberikan dampak yang kurang bagus,” katanya.

Luckmi melanjutkan, kualitas udara Batam masuk kategori sedang sesuai grafik Stasiun KLHK di Batam. Data dikumpulkan sepanjang 2020 hingga 2022.

Baca juga: Akses Keluar Pelabuhan Pelni Batam Semrawut, Butuh Sejam Sampai Jalan Raya  

“Masih tergolong aman. Walau ada beberapa momen kualitas udara di Batam masuk kategori tidak sehat,” sebut Luckmi.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved