Breaking News:

Pertamina Klaim Stok BBM Solar di Kepri Aman hingga Akhir Tahun 2022

Pertamina menegaskan tak ada kelangkaan BBM solar yang signifikan di Kepri. Stok solar aman hingga akhir 2022.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id
Seorang petugas SPBU yang terletak di Jalan Yos Sudarso Seraya Atas Batam sedang melayani pengisian bahan bakar minyak jenis solar, beberapa waktu lalu. Pertamina klaim stok BBM solar di Kepri aman hingga akhir tahun 2022. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Manager Communication Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Agustiawan menjamin stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Provinsi Kepulauan Riau ( Kepri) aman sampai akhir tahun 2022.

“Jamin aman sampai akhir tahun. Kalau pun ada antrean mengular di SPBU itu hanya pagi saja, siang sudah tidak ada lagi,” ujarnya, Jumat (12/8/2022).

Ia menilai realisasi pendistribusian bio solar di Kepri sudah melebihi dari yang sudah ditentukan.

Dirinya juga menyebut, tidak ada kelangkaan solar yang signifikan di Kepri.

Hanya saja pendistribusiannya yang harus diatur ulang. Sebab, saat ini pendistibusian BBM solar masih menggunakan aturan lama.

Pihaknya juga meminta pemerintah melakukan pengawasan yang lebih ketat. Agar pendistibusian BBM jenis solar bisa tepat sasaran.

“Kita dari Pertamina tidak punya wewenang. Kita hanya sampai ke pendistibusian. Setelah itu ada masalah lain kita tidak tahu,” katanya.

Baca juga: Solar Kembali Langka di Kepri, Antrean di Sejumlah SPBU Mulai Mengular

Diakuinya selama ini pola pendistribusian BBM bersubsidi masih menggunakan aturan lama, yakni Perpres nomor 191 tahun 2014.

Dalam Perpres itu, masih menemukan kerancuan soal penerima BBM bersubsidi.

Sementara Pertamina tidak diberikan kewenangan untuk melakukan pengawasan.

“Realisasi di Kepri kita sudah over 11 persen. Kalau terus dipertahankan kuota bio solar hanya akan bertahan sampai 24 November 2022,” katanya.

Saat ini pihaknya masih mengatur ulang pendistibusan BBM jenis solar tersebut sembari mendata masyarakat yang berhak mendapatkan solar.

“Kita tutup dulu celah ini. Agar solar itu tepat sasaran. Selama ini kan BBM jenis solar banyak digunakan oleh masyarakat mampu,” katanya.

Apalagi menurutnya, banyak oknum yang memanfaatkan kuota BBM bersubsidi untuk kepentingan pribadi. Seperti menimbun dan melakukan pengisian lebih dari satu kali.

“Kita minta aturan itu diubah. Paling tidak ketentuan penerima itu lebih jelas,” ujarnya.

Soal penambahan kuota masih wewenang pemerintah, sementara Pertamina tidak punya kewenangan untuk menambah kuota itu.

“Ini pilihan yang sulit juga, kita bisa jorjoran untuk memberikan solar. Nanti kalau puncak akhir tahun tidak ada solar malah lebih masalah. Penambahan kuota saja belum disetujui oleh pemerintah,” katanya.. ( TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved