BATAM TERKINI
JUMLAH Janda di Batam Tercatat 1.179 Orang, Terbanyak Usia 25 hingga 40 Tahun
Angka perceraian suami istri di Batam terus meningkat. Hingga saat ini, 1.179 istri berstatus janda setelah gugatan perceraian dikabulkan.
Penulis: Beres Lumbantobing |
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pengadilan Agama Batam mencatat, saat ini jumlah janda di kota Batam masih terus meningkat.
Berdasarkan data yang ada, Pengadilan Agama Batam mencatat ada sebanyak 1.179 istri yang gugatan cerainya dikabulkan oleh pengadilan.
Secara otomatis, mereka pun dinyatakan berstatus janda.
Secara akumulasi hingga bulan Agustus, Pengadilan Agama Batam mencatat total gugatan cerai di Pengadilan Agama Batam hmyang masuk mencapai 1.373 perkara.
"Ya, sampai dengan 11 Agustus perkara yang masuk ke Pengadilan Agama Batam mencapai 1.373 perkara," ujar Ketua Pengadilan Agama Kota Batam, Syarkasyi, Selasa (16/8).
Kata dia, dari perkara yang masuk ini sebanyak 1.179 perkara sudah diputus atau dikeluarkan akta perceraiannya.
Sedangkan sisanya, 122 perkara dicabut, delapan perkara ditolak, 43 perkara tidak diterima, 17 digugurkan dan empat perkara dicoret.
Faktor utama terjadinya perceraian di Batam ini sebagian besar masalah ekonomi, ketidakharmonisan keluarga, kemudian disusul kurang bertanggungjawabnya pasangan.
"Penyebabnya masalah ekonomi, tidak memberi nafkah, perselisihan pertengkaran terus menerus dan kekerasan dalam rumah tangga," tambahnya.
Adapun usia yang paling banyak mengajuan perceraian adalah usia 25 tahun sampai 40 tahun.
Baca juga: Walikota Batam Muhammad Rudi Bakal Bangun Jalan Pesepeda dan Pejalan Kaki
Usia tersebut sangat rentan mengingat ego kedua pasangan masih sangat tinggi yang menyebabkan pemicu dan sekaligus keretakan rumah tangga.
"Paling banyak usia muda, rata-rata usia 25 tahun sampai 40 tahun," ungkap Syarkasyi.
Jika dirincikan per bulan kasus tertinggi terjadi di bulan Januari 2022 yakni sebanyak sebanyak 267 kasus, lalu Februari 182 kasus.
Namun kasus perceraian pasangan suami-istri yang mengajukan ke PA Batam meningkat pada Maret, mencapai 200 kasus.
Kemudian menurun di April 2022 menjadi 120 kasus, meningkat lagi di bulan Mei yakni 149 kasus dan Juni 2022 sebanyak 185 kasus, Juli 185 kasus serta sampai dengan 11 Agustus 2022 ini 85 kasus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/10122019perceraian.jpg)