WAWANCARA EKSKLUSIF
Nagoya Thamrin Fashion Week dan Efeknya Buat Batam
Tribun Podcast edisi Kamis (18/8/2022) membahas Nagiya Thamrin Fashion Week yang viral hingga efek dominonya buat Batam.
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penyelenggaraan Nagoya Thamrin Fashion Week di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (13/8/2022) sukses menyita perhatian.
Terinspirasi dari Citayam Fashion Week yang viral, event ini diharapkan mampu menggerakkan semua sektor, khususnya pariwisata yang sempat terdampak akibat pandemi covid-19.
Apa efek dari Nagoya Thamrin Fashion Week itu?
TribunBatam.id mengulas dampak dari penyelenggaraan Nagoya Thamrin Fashion Week.
Melalui Tribun Podcast yang dipandu oleh host Thom Limahekin dengan Ketua DPD Asosiasi Karnaval Indonesia (AKARI) Provinsi Kepri, Silvia Hilda, Kamis (18/8/2022).
Berikut petikan wawancara eksklusifnya:
Keterangan; TB (Tribun Batam), SH (Ketua AKARI).
Baca juga: Nagoya Thamrin Fashion Week Pukau Warga Batam, Jadi Magnet Baru Pariwisata
TB: Berapa intansi atau stekholder yang terlibat dalam kegiatan Nagoya Thamrin Fashion Week ini?
SH: Awalnya ada 30-an karena kami minta setiap satu intansi atau organisasi atau panguyuban mengiriman 10 orang untuk satu tim.
Karena yang di ajak ini para perusahaan yang ingin memperkenalkan bahwa Batam merupakan kota Industri manufakturing dan pariwisata.
Jadi waktu itu menunjukan busana atau baju di perusahaan mereka masing-masing.
TB: Jadi setiap intansi mengiriman anggota, dan mengenai konsep atau ide semuanya dari ibu?
SH: Kalau ide mereka jadi kreatif, kami hanya memberikan contohnya saja.
TB: Ide dan kreatifitas kas Batamnya jadi muncul ya?
SH: Iya. Karena Kota Batam ini dikenal dengan kota industrinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Tribun-Podcast-bahas-Nagoya-Thamrin-Fashion-Week.jpg)