TANJUNGPINANG TERKINI
Aksi Manusia Silver Buat Resah Pengguna Jalan, Dinsos Tanjungpinang Turun Tangan
Dinsos Tanjungpinang mencarikan solusi terkait masalah yang dihadapi seorang pria yang menjadi manusia silver di lampu merah Kilometer 7,Tanjungpinang
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Keberadaan manusia silver yang sering menampakkan diri di persimpangan lampu merah di Tanjungpinang membuat resah sejumlah pengguna jalan.
Ketika lampu merah, manusia silver ini akan mengemis kepada pengendara yang berhenti dengan membawa kotak atau kaleng yang digunakan untuk meletakkan uang.
Baru-baru ini Tim Rehabilitasi (Resos) Dinas Sosial atau Dinsos Tanjungpinang turun ke lapangan, setelah mendapat laporan dari masyarakat.
Mereka mendapati adanya manusia silver di simpang lampu merah Kilometer 7, Tanjungpinang.
"Masyarakat melapor, katanya manusia silver itu meminta-minta uang, sehingga mengganggu keamanan dan kenyamanan berlalu lintas," ucap Kepala Dinas Sosial Tanjungpinang, Achmad Nur Fatah, Sabtu (27/8/2022).
Saat tim Dinsos Tanjungpinang bertemu dengan manusia silver itu, dia mengaku terpaksa menjadi manusia silver untuk mencari biaya persalinan istrinya yang sedang hamil.
Selain itu pria yang menjadi manusia silver itu juga dalam kondisi yang kurang sehat. Sehingga tidak dapat bekerja di perusahaan swasta atau pun kerja mandiri.
"Jadi guna mempermudah mencari uang, maka terpikirlah oleh dia ini untuk menjadi manusia silver. Karena dianggap mudah dan cepat mendapatkan uang," sebut Fatah.
Baca juga: Curhat Manusia Silver saat Pandemi, Dasril Terpaksa Tinggalkan Usaha Bakso Bakar
Terkait hal ini, Pemko Tanjungpinang melalui Dinsos Tanjungpinang bergerak cepat mengecek kebenaran informasi yang disampaikan manusia silver tersebut.
Setelahnya, melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan jaminan persalinan (Jampersal) bagi istrinya.
Tak cuma itu, Dinsos Tanjungpinang juga berupaya agar manusia silver yang ditemui itu mendapat pengobatan dari penyakit yang dideritanya.
"Dia (manusia silver) ini berjanji akan bekerja sebagai buruh tani di perkebunan jika kondisi kesehatan sudah membaik," kata Fatah.
Dari hasil penelusuran Tim Resos di lapangan, manusia silver tersebut tinggal di daerah Bintan, Kilometer 23, Tanjung Uban.
Istri yang bersangkutan memang dalam keadaan hamil 6 bulan dan membutuhkan bantuan biaya kesehatan serta dokumen kependudukan.
Mengingat kondisinya yang tinggal di Bintan, maka tim Resos Dinsos Tanjungpinang melakukan koordinasi dengan Dinsos Bintan untuk mendiskusikan kelanjutan jaminan persalinan bagi istrinya dan jaminan kesehatan bagi manusia silver itu serta dokumen kependudukan yang dibutuhkan.