Breaking News:

FEATURE

Cerita Unik KSR PMI Natuna saat Mendaki Gunung Merbabu, Bawa Misi Perkenalkan Natuna

Sekretaris PMI STAI Natuna ungkap saat di awal melakukan pendakian Gunung Merbabu, ada yang tak tahu lokasi Natuna bahkan mengira bukan bagian NKRI

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Dewi Haryati
Dok. pribadi Sekretaris PMI STAI Natuna
Anggota KSR PMI STAI Natuna sukses melakukan pendakian Gunung Merbabu di Boyolali, Jawa Tengah 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Tiga orang anggota Korps Sukarela (KSR) PMI Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna akhirnya sukses melakukan pendakian Gunung Merbabu di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (26/8/2022).

Diketahui, Gunung Merbabu termasuk gunung yang cukup tinggi di Indonesia. Ketinggiannya mencapai tiga kali lipat Gunung Ranai di Natuna, yaitu 3.122 meter dari permukaan laut.

Di balik misi pendakian Gunung Merbabu itu, ada cerita unik yang dibawa KSR PMI STAI Natuna itu.

Sekretaris PMI Natuna, Alde yang turut menemani ketiga KSR itu menceritakan pendakian dilakukan dari jalur Selo.

Pendakian menempuh waktu kurang lebih 8 jam dengan istirahat dan menginap satu malam di Sabana 1.

Kondisi pendakian cukup terjal dan berdebu. Meski begitu semua berjalan lancar dengan perlengkapan dan pemandu yang handal.

Ada misi yang dibawa tiga KSR PMI Natuna ini saat melakukan pendakian Gunung Merbabu. Selain ingin mengharumkan, juga untuk mempromosikan keberadaan Natuna.

Baca juga: KSR PMI Natuna Ikuti Ekspedisi Pendakian Gunung Merbabu

"Pembinaan dan pelatihan karakter bagi mahasiswa STAI Natuna kami terapkan, sehingga ke depan dapat mengenal alam dan bertemu banyak hal di luar Natuna," kata Alde.

Salah satu anggota KSR, Yuda menyampaikan, selama perjalanan banyak yang dia dapatkan. Salah satunya belajar langsung dengan alam dan didampingi instruktur profesional.

"Harapan ke depan agar dapat menyebarkan kebaikan dan ilmu bermanfaat buat kawan-kawan di kampus tentang alam dan menjaga lingkungan. Semata-mata demi nama baik STAI dan kebanggaan untuk STAI Natuna," ucapnya.

Alde mengaku, selama pendakian dan penurunan ia banyak bertemu pendaki lainnya dan mereka sangat bangga dengan kehadiran mereka di Gunung Merbabu.

"Meskipun di awal mereka tidak mengetahui keberadaan Natuna bahkan penjaga taman nasional juga sempat menanyakan paspor karena mereka berpikir Natuna bukan bagian dari NKRI," ucap Alde. (*/Tribunbatam.id/Muhammad Ilham)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved