Breaking News:

Suratno Ngaku Jadi Tumbal di Kasus yang Jerat KSP Karya Bhakti Belakang Padang Batam

Ketua KSP Karya Bhakti Belakang Padang Batam Suratno sebut dirinya jadi tumbal di kasus yang terjadi. Pihaknya akan berusaha kembalikan dana nasabah

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Ketua KSP Karya Bhakti Belakang Padang Batam, Suratno. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Karya Bhakti Belakang Padang Batam, Suratno, akhirnya angkat bicara terkait kasus dugaan penggelapan dana nasabah, Jumat (16/9/2022).

Dalam agenda Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi I DPRD Batam, Suratno menuturkan, pihaknya akan berusaha untuk mengembalikan dana milik nasabah.

"Saya ini hanya tumbal. Yang penting, saya akan berusaha untuk mengembalikan," tegasnya kepada Tribun Batam seusai RDPU digelar.

Selama permasalahan ini, Suratno mengaku jika dirinya juga harus menggadai rumah pribadinya sebesar Rp 150 juta.

Di sisi lain, ia mengaku tak mengetahui pasti total nilai aset yang dimiliki KSP Karya Bhakti selama ini.

Hanya bangunan tempat koperasi berdiri yang Suratno tahu.

Baca juga: Kapolresta Barelang Singgung TPPU di Kasus KSP Karya Bhakti Belakang Padang Batam

"Bangunan itu tentu naik harganya karena dibangun 2015 dan sekarang sudah 2022. Kalau saya ada Rp 2 miliar, pasti saya berikan semua. Saya ini ditinggal dari bulan enam lalu, saya minta data [aset] dari pengurus yang ada tapi tidak dikasih. Macam mana saya mau tahu nilai aset semuanya," tambahnya.

Beberapa kali Suratno menjelaskan, bahwa uang milik nasabah bisa dikembalikan.

Tapi, tidak semua dapat diserahkan.

Namun, ia mengaku akan berupaya agar dana tersebut dapat diserahkan sesuai keinginan nasabah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved