Breaking News:

PENANGANAN COVID

Aturan Pemakaman Pasien Covid-19 Melonggar Imbas Turunnya Kasus Corona

Aturan pemakaman pasien covid-19 di Indonesia mulai longgar setelah kasus positif virus corona terus menurun.

TribunBatam.id/Noven Simanjuntak
Proses pemakaman oleh satgas covid-19 Tanjungpinang. Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Erlina Burhan menilai, penurunan angka kasus penularan Covid-19 di Indonesia membuat protokol pemakaman tak ketat lagi. 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Kasus aktif covid-19 atau virus corona di Indonesia yang terus menurun membawa angin segar bagi protokol pemakaman.

Aturan protokol pemakaman pasien covid-19 di Indonesia kini jauh lebih longgar, meski tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes).

Salah satu yang berbeda adalah jika jenazah seorang pasien covid-19 di Indonesia harus dimandikan di rumah sakit dan tidak diperkenankan dibawa pulang oleh keluarga, kini hal tersebut tak berlaku lagi.

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Erlina Burhan menilai, penurunan angka kasus penularan Covid-19 di Indonesia membuat protokol pemakaman tak ketat lagi.

"Angka kasus menunjukkan penularan mulai terkendali ini, saya kira kita tidak ketat seperti dulu lagi untuk protokol pemakaman," ujarnya.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Kepri Didominasi Batam dengan 31 Pasien, Anambas dan Lingga Nihil

Meski demikian, ia tetap mengingatkan bagi siapa saja termasuk petugas, keluarga dam masyarakat luas untuk tetap maskimal dalam mencegah penularan dengan protokol kesehatan.

Misalnya, sebaiknya pada saat memandikan memakai sarung tangan dan menggunakan masker.

Saat melayat, tetap gunakan masker dan jangan berkumpul dalam durasi waktu yang lama.

"Kenapa harus pakai sarung tangan dan pakai masker menghadapi mayat? Karena covid-19 ini sesuatu yang baru ya kita enggak tahu dan pada saat kita memandikan itu kan kadang-kadang akan menyentuh organ tubuh yang ada cairannya. Oleh sebab itu pencegahannya ya pakai sarung tangan pada saat memandikan dan pakai masker," terang dia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) sebelumnya bereaksi tentang pernyataan WHO terkait akhir pandemi covid-19.

Melalui juru bicaranya, Mohammad Syahril, Kemenkes RI menegaskan, meski Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan akhir pandemi sudah di depan mata, hal itu tidak bisa diwujudkan bak membalikkan telapak tangan.

Baca juga: 44 Orang Kena Corona, Hasil Asesmen Kemenkes Kini Batam PPKM Level Dua

Vaksinasi dan mematuhi protokol kesehatan, menurut Kemenkes RI harus terus dilakukan oleh masyarakat, meski pernyataan Dirjen WHO menyebut akhir pandemi covid-19 sudah di depan mata.

"Beliau (Tedros) pun mengingatkan, semua ini bukan berarti kita sudah selesai pandeminya. Artinya apa, upaya-upaya yang dilakukan oleh semua negara, termasuk di Indonesia dengan disiplin masker dan vaksinasi maka harus dipertahankan sampai betul-betul memang pandemi ini dianggap berakhir," kata Syahril, Jumat (16/9/2022).

Syahril mengatakan, berakhir atau tidaknya pandemi Covid-19 kini bergantung kepada masyarakat Indonesia dan dunia.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved