Breaking News:

BINTAN TERKINI

Ada yang Direbus, Kejaksaan Negeri Bintan Musnahkan Barang Bukti dari 112 Perkara

Kejaksaan Negeri Bintan memusnahkan barang bukti dari 112 perkara yang sudah inkrah dan disidangkan dari periode Agustus 2021 hingga September 2022

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Kepala Kejari Bintan, I Wayan Eka Widdyara bersama sejumlah pihak terkait memusnahkan narkotika jenis sabu-sabu dengan cara direbus di air mendidih bertempat di kawasan Kantor Kejari Bintan, Selasa (27/9/2022) 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan memusnahkan ratusan barang bukti dari 112 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap periode Agustus 2021 hingga September 2022 di depan Kantor Kejari Bintan, Selasa (27/9/2022).

Adapun barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 546 gram narkotika jenis sabu-sabu, 871 gram ganja, 23 gram ekstasi, 4,96 gram happy five.

Selanjutnya, 67 handphone, 26 set alat hisap sabu, 18 gunting, 6 parang, 5 gunting kabel, 4 pisau dan 2 unit mesin sinso.

Sedangkan untuk barang bukti narkotika jenis sabu-sabu, sebelum dimusnahkan, terlebih dahulu di tes untuk keasliannya dengan disaksikan sejumlah pihak terkait.

Setelah itu, baru dilakukan pemusnahan dengan cara direbus dan blender.

Kepala Kejari Bintan, I Wayan Eka Widdyara menerangkan, bahwa barang bukti dari 112 perkara yang dimusnahkan sudah berkekuatan hukum tetap dan telah disidangkan sejak periode Agustus 2021 hingga September 2022.

Baca juga: Kapolda Irjen Pol Aris Pimpin Pemusnahan 53 Kg Sabu Hasil Tangkapan Jaringan Internasional

"Pemusnahan barang bukti dari 112 perkara ini direbus dan diblender untuk narkotika. Sedangkan yang lain kita bakar dan kita potong," terangnya.

Lanjutnya, dari 112 pemusnahan barang bukti, terdiri dari dua perkara.

Yakni perkara pidana umum (Pidum) sebayak 109 perkara, terdiri dari narkotika 53 perkara, pencurian 19 perkara, persetubuhan 10 perkara, karhutla 2 perkara, tambang pasir ilegal 6 perkara, penganiayaan 4 perkara, dan pembunuhan 2 perkara.

Selanjutnya, lakalantas 1 perkara, penggelapan 1 perkara, PMI 6 perkara, pertolongan jahat 1 perkara, ITE 1 perkara, ujaran kebencian 1 perkara, perjudian 3 perkara, pengancaman 1 perkara dan KDRT 1 perkara.

"Sedangkan perkara Pidana Khusus (Pidsus) sebanyak 3 perkara, yakni tindak pidana korupsi, korupsi anggaran Covid-19 di Puskesmas Sei Lekop, pemerasan di Desa Malang Rapat dan kasus TPA di Tanjunguban," terangnya.

Baca juga: Warga Binaan Kendalikan Narkoba asal Negeri Jiran Malaysia dari Dalam Lapas

Saat disinggung apakah perkara penyalahgunaan narkotika di Bintan banyak, I Wayan Eka Widdyara menyebutkan untuk perkara penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Bintan memang cukup banyak.

Kejari Bintan bersama penegak hukum lainnya berkomitmen untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di daerah Bintan.

"Kita komitmen sama-sama untuk memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di daerah Bintan ini. Kita juga imbau kepada masyarakat jangan coba-coba menggunakan narkoba, meskipun pemakaiannya sedikit hukumannya tetap berat. Di Bintan ini kasus PMI cukup tinggi dan perlu sinergi bersama dalam pencegahan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BNNK Tanjungpinang AKBP Heryana menambahkan, BNN selalu komitmen untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di daerah Bintan. Selama ini, BNN terus berkoordinasi dengan penegak hukum lainnya dalam memerangi narkotika.

"Kita sama kepolisian dan penegak hukumnya terus berupaya memerangi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika ini," tutupnya. (tribunbatam.id/Alfandi Simamora)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved