Breaking News:

BERITA KRIMINAL

Kapolri Siap Kerahkan 1.800 Polisi Jemput Lukas Enembe Jika Tidak Koperatif

Kepala Polri Listyo Sigit Prabowo memastikan kesiapan Polri membantu tim penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput paksa Gubernur Papua

Editor: Eko Setiawan
KompasTV
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - KPK Meminta Gubernur Papua Lukas Enembe untuk kooperatir dalam pemeriksaan kasus korupsi.

Sejauh ini, Lukas Enembe masih enggan untuk memenuhi pangilan KPK Utuk datang ke Jakarta.

Kepala Polri Listyo Sigit Prabowo memastikan kesiapan Polri membantu tim penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput paksa Gubernur Papua Lukas Enembe ke Jakarta.

Jenderal Sigit mengatakan, Polri sudah menyiapkan 1.800 personel dalam melakukan pengamanan dan mengantisipasi reaksi anarkistis di Bumi Cenderawasih pascapenetapan Lukas sebagai tersangka.

Baca juga: 38 Warga Natuna Terjangkit HIV, Dinkes Bagi Tips Cegah Penyakit Menular Seksual

Baca juga: JADWAL Kapal Batam pada Sabtu 1 Oktober 2022, Trip Karimun Terakhir Pukul 5 Sore

“Terkait kasus Luka Enembe, kami di Polri sudah menyiapkan 1.800 personel di Papua.

Dan kami siap untuk membantu rekan-rekan di KPK apabila dibutuhkan.

Kami siap dan selalu mendukung penuh penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi,” kata dia di Mabes Polri, Jumat (30/9/2022).

KPK mengumumkan Lukas Enembe sebagai tersangka dugaan korupsi pada Rabu (14/9/2022).

Atas status tersebut, KPK meminta Lukas datang ke KPK untuk diperiksa sebagai tersangka.

Lukas Enembe sempat mangkir pada pemeriksaan pertama dengan alasan sedang sakit keras.

KPK kembai memanggil Lukas untuk diperiksa pada Senin depan.

 KPK juga membuka peluang untuk penjemputan paksa Lukas Enembe yang saat ini berada di Jayapura, Papua.

Penetapan Lukas sebagai tersangka di KPK berdampak pada situasi dan kondusifitas, serta keamanan di kota-kota utama di Papua.

Di Jayapura, pun di kota-kota lainnya, beberapa hari setelah KPK mengumumkan Lukas sebagai tersangka, ratusan massa warga lokal Papua, para pendukung Lukas Enembe berdemonstrasi menentang status hukum itu.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved