Gagal Ginjal Akut Merebak, Tumbur Minta BPOM Batam Cek Minuman yang Dikonsumsi Anak
Anggota DPRD Batam Tumbur Hutasoit menilai, kasus gagal ginjal akut pada anak yang merebak saat ini belum tentu sepenuhnya disebabkan obat sirup
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Anggota Dewan Perwakilan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Batam, Tumbur Hutasoit meminta Badan Pengawas Obat dan Makanam (BPOM) Batam cek minuman yang sering dikonsumsi anak-anak.
Itu menyusul gangguan ginjal atau kasus gagal ginjal akut pada anak-anak di Indonesia yang sedang merebak saat ini.
Menurut Tumbur Hutasoit, kasus gagal ginjal akut pada anak yang terjadi saat ini, besar kemungkinan disebabkan minuman gelas yang banyak dijual di warung dan tempat jajan di sekolah-sekolah.
"Saat ini jika kita lihat, hampir seluruh anak-anak sudah tidak suka minum air putih. Bahkan yang terjadi, anak-anak lebih memilih meminum minuman teh gelas, dengan berbagai macam merek," kata Tumbur Hutasoit, Sabtu (22/10/2022).
Dia menjelaskan, dugaan penyebab terjadinya gagal ginjal akut terhadap anak seperti disampaikan oleh Kementerian Kesehatan, harus ditinjau kembali.
Karena melihat fakta di lapangan, banyak anak-anak saat ini lebih memilih minuman gelas yang banyak dijual di warung daripada minum air putih.
"Jadi kita minta seluruh minuman anak-anak, seperti Ale-Ale, Teh Gelas, Mountea, dan lain-lainnya dicek. Bisa saja menjadi penyebab penyakit ginjal pada anak," kata Tumbur.
Baca juga: Kasus Gagal Ginjal Akut di Batam, Polsek Sagulung Sidak Obat Sirup Anak ke Apotek
Ia melanjutkan, seringnya anak-anak saat ini begitu bangun tidur bukan mencari air putih, tetapi malah mencari minuman kemasan.
"Jadi ini yang perlu diperhatikan, bahkan ini harus menjadi perhatian pemerintah," kata Tumbur.
Ia melanjutkan argumennya, kasus gagal ginjal akut yang terjadi saat ini pada anak, belum tentu disebabkan obat sepenuhnya.
"Kalau sesuai penelitian mereka, kita tidak bisa salahkan. Tetapi yang jelas harus lihat juga fakta di lapangan, karena anak-anak sekarang jarang yang minum air putih," kata Tumbur.
Dia juga meminta pemerintah memberikan imbauan kepada masyarakat agar memperhatikan anak-anak mereka.
"Khususnya di Kota Batam, dimana daerah ini daerah industri, jadi orangtua sibuk bekerja. Jadi orangtua mereka tidak memiliki waktu untuk memperhatikan anak-anak mereka," kata Tumbur.
Baca juga: Sejak Gagal Ginjal Akut Marak, Banyak Warga Batam Pilih Obat Tablet untuk Anak
Selain itu, Tumbur juga meminta agar BPOM, dan dinas terkait lainnya melakukan pengawasan terhadap makanan dan minuman setiap saat.
Pemerintah juga harus melakukan pembatasan terhadap jajanan dan minuman yang belum jelas kandungannya.
"Jangan hanya mengambil sempel aja, tetapi harus terus dilakukan pengawasan," kata Tumbur. (Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-ginjal.jpg)