Breaking News:

UPAH PEKERJA

UMK Batam 2023 Naik Rp 314 Ribu, Tak Sesuai Harapan Pengusaha dan Pekerja

Nilai UMK Batam 2023 telah ditetapkan di angka Rp 4.500.440 atau naik Rp 314.081 dengan persentase kenaikan 7,50 persen dari tahun sebelumnya.

TRIBUNBATAM.id/ARGIANTO DA NUGROHO
Massa buruh saat mengawal pembahasan UMK 2023 di Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Selasa (29/11/2022). UMK Batam 2023 ditetapkan naik sebesar Rp 314.081. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Nilai UMK Batam 2023 akhirnya ditetapkan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad senilai Rp 4.500.440 dengan kenaikan Rp 314.081 atau naik 7,50 persen dari tahun sebelumnya.

Angka yang ditetapkan oleh Gubernur ini sama dengan angka yang telah direkomendasikan oleh Walikota Batam, Muhammad Rudi.

Kenaikan 7,5 persen ini merupakan angka yang tidak diharapkan baik oleh pengusaha maupun pihak buruh.

Sebab, pihak pengusaha menginginkan kenaikan UMK Batam 2023 hanyalah Rp 4,3 juta saja, yakni menggunakan rumus dalam PP PP 36 tahun 2021 tentang Pengupahan.

Artinya, jika pemerintah menggunakan PP tersebut, seharusnya UMK Batam tahun 2023 hanya sebesar Rp 4,3 juta saja.

Pengusaha Batam bahkan sudah menyampaikan rencana akan melakukan gugatan ke PTUN jika Gubernur Kepri menerbitkan SK UMK Batam yang mengacu pada Permenaker nomor 18 tahun 2022.

Baca juga: DAFTAR Nilai UMK Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepri 2023, Termasuk UMK Batam

Dalam gugatan itu, pihaknya akan meminta pengadilan TUN untuk memerintahkan Gubernur membatalkan SK UMK Batam tahun 2023 tersebut.

"Selama proses gugatan TUN nanti, kita akan imbau bagi perusahaan di Batam untuk tetap membayar sesuai dengan besaran sesuai formulasi dalam PP 36 tahun 2021 tentang Pengupahan. Di mana kalau berdasarkan rumus dalam PP ini seharusnya UMK Batam tahun 2023 hanya sebesar Rp 4,3 juta saja," paparnya.

Bukan itu saja, Apindo melalui DPN APINDO dan beberapa asosiasi pengusaha lainnya berencana melakukan yudisial review ke Mahkamah Agung terhadap Permenaker nomor 18 tahun 2022.

Tak hanya pengusaha, buruh pun tak menyetujui nilai UMK Batam 2023 sebesar Rp 4.500.440 karena mereka meminta kenaikan 13 persen menjadi Rp 5,3 juta.

Buruh meminta agar kajian terkait Alfa dibahas dengan teliti dalam memberikan rekomendasi. 

Sebab, sesuai usulan buruh dari hasil survei Kebutuhan Hidup Layak/ KHL (Permenaker 18/2020 = 64 item KHL) sebesar Rp 5.076.139 ditambah selisih upah 2021.

"Bisa saja Wali Kota merekomendasikan sesuai Permenaker 18/2022 dengan menggunakan 10 persen mengingat data inflasi (Y on Y) dari bulan Januari hingga Desember 2022," katanya.

Ia berharap pemerintah tidak hanya cari aman dalam memberikan rekomendasi, dalam rekomendasi itu, Pemko Batam memberikan Alfa terendah, dibandingkan dengan kota lain di Provinsi Kepri, sementara Batam merupakan barometer industri di Kepri.

"Kenapa kita bisa kalah dengan Provinsi lain, sementara Batam merupakan kota industri. Sebelum dikeluarkan rekomendasi, kita sudah sampaikan ke Wawako, paling tidak Pemko memberikan angka maksimal, sesuai permenaker. Tapi mereka tetap tidak memasukkan pada saat pembahasan di dewan pengupahan," paparnya. ( TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra/Hening Sekar Utami)

 

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved