BERITA VIRAL
Putra Kepri Suhajar Diantoro Mediasi Polemik Bupati Meranti dengan Kemenkeu
Polemik Bupati Meranti Muhammad Adil dengan Kemenkeu coba dimediasi dengan putra Kepri, Suhajar Diantoro. Viral soal DBH migas
Kemudian memperoleh gelar Magister Manajemen di Universitas Airlangga pada tahun 2004, lalu gelar Doktor Ilmu Sosial Politik di Universitas Padjajaran pada tahun 2011.
Baca juga: Demi Dapat Gaji Lumayan, Maria Tinggalkan Meranti, Namun Tak Kunjung Dapat Kerja di Batam
Beliau dilantik sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri pada tanggal 10 Maret 2022.
Sebelum menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri.
Beliau mengemban jabatan sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2011.
Kemudian beliau menjabat sebagai Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri sejak 22 Juli 2013.
Ia ditunjuk sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan pada 1 Juli 2015.
Beliau telah beberapa kali diamanahkan menjadi Penjabat Gubernur yakni Penjabat Gubernur Bengkulu pada tahun 2015 dan Penjabat Gubernur Kepulauan Riau pada tahun 2021.
Baca juga: Sekdaprov Kepulauan Riau Ikuti Rakor Belanja APBD Bareng Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro
Beliau juga pernah menjabat sebagai Plt. Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan pada tahun 1 Maret 2019, Plt. Staf Ahli Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik pada tahun 2021.
Kemudian Plh Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan pada tahun 2021.
Ia juga memperoleh beberapa penghargaan diantaranya Latihan Dasar Militer pada tahun 1984, Latihan Militer Lanjutan dari Rindam Jaya Jakarta pada tahun 1988.
Penghargaan Lencana Darma Bakti Pramuka dabn Lencana Melati Pramuka dari Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, serta Satya Lancana Karya Satya X, XX dan XXX Tahun dari Presiden RI.
SOSOK Bupati Meranti
Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil mengungkapkan kekesalan kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Lucky Alfirman.
Kekesalan tersebut ia curahkan saat rapat koordinasi Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah se-Indonesia di Pekanbaru pada Kamis (8/12/2022).
Diberitakan Kompas.com, Senin (12/12/2022), Adil mengaku kesal karena dana bagi hasil (DBH) produksi minyak dari Meranti yang diberikan Kemenkeu nilainya dirasa kecil.
Baca juga: Masa Jabatan Anies Baswedan Habis Oktober 2022, Kemendagri Belum Ajukan Nama PJ Gubernur DKI Jakarta