KESEHATAN
6 Makanan Pembersih Paru-paru, Bernapas Jadi Lebih Lega
Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk membersihkan paru-paru. Salah satu cara yang mudah untuk dilakukan adalah dengan mengkonsumsi makanan-makan
TRIBUNBATAM.id - Paru-paru adalah organ penting dalam tubuh manusia yang menjadi tempat pertukaran oksigen dari udara dengan karbondioksida dari darah.
Mempunyai fungsi penting dalam tubuh membuat semua manusia wajib menjaga organ ini agar tetap bersih dan sehat.
Jika paru-paru terkontaminasi racun atau partikel kotor, seperti polusi, maka dapat mengakibatkan muncul beberapa penyakit pernapasan karena adanya infeksi.
Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk membersihkan paru-paru.
Salah satu cara yang mudah untuk dilakukan adalah dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang dapat membersihkan paru.
Makanan Pembersih Paru-paru
1. Apel
Sebuah penelitian menyebut mengonsumsi apel secara rutin dapat meningkatkan fungsi paru-paru.
Dikutip dari Healthline, studi menunjukkan bahwa mengonsumsi apel sebanyak lima atau lebih setiap minggunya dapat membuat fungsi paru-paru menjadi lebih baik dan mencegah terjadinya Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).
Baca juga: 6 Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan, Salah Satunya Jaga Kesehatan Ginjal
Baca juga: 5 Sumber Karbohidrat Bisa Dikonsumsi Penderita Diabetes
Buah ini juga sering dikaitkan dapat mengurangi risiko asma dan kanker paru-paru.
Ini dapat terjadi karena apel kaya akan antioksidan dan flavonoid serta vitamin C.
2. Kunyit
Senyawa kurkumin dalam kunyit disebut dapat membersihkan paru-paru dengan alami serta membantu detoksifikasi sehingga memperkuat kekebalan tubuh.
Kunyit juga mengandung antioksidan serta anti-inflamasi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Sebuah studi yang dilakukan kepada 2.478 orang menyebut bahwa kunyit dapat meningkatkan fungsi paru-paru.
Bagi mereka perokok aktif, mengonsumsi kunyit dapat meningkatkan 9,2 persen fungsi paru-paru menjadi lebih baik dibanding perokok lainnya yang tidak mengonsumsi kunyit.
3. Tomat
Tomat dan produk tomat lainnya kaya akan likopen, antioksidan karotenoid yang dapat meningkatkan kesehatan paru-paru.
Suatu penelitian 2017 menunjukkan bahwa mengonsumsi tomat dapat mengurangi peradangan saluran pernapasan bagi penderita asma.
Tomat juga dapat meningkatkan fungsi paru bagi penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).
Hal ini didapatkan karena tomat mengandung vitamin C yang cukup banyak serta kaya akan likopen dan antioksidan karotenoid.
Baca juga: 5 Tips Sederhana Menjaga Kesehatan Jantung Termasuk Menjaga Kualitas Tidur
Baca juga: TERNYATA INI 10 Khasiat Air Mawar untuk Kesehatan, Obati Luka hingga Sakit Kepala
4. Teh Hijau
Jenis teh ini dikenal mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan.
Kandungan Epigallocatechin gallate (EGCG) dalam teh hijau merupakan senyawa yang bekerja sebagai antioksidan dan anti-inflamasi yang bisa menghambat fibrosis paru dan jaringan parut (luka).
Studi kecil pada 2020 menunjukkan, bahwa pengobatan ekstrak EGCG yang dilakukan selama 2 minggu bisa mengurangi gejala fibrosis yang merupakan penyakit yang ditandai dengan jaringan parut progresif yang mengganggu fungsi paru-paru.
5. Yogurt
Yogurt kaya akan kalsium, potasium, fosfor, dan selenium.
Sebuah penelitian menyebut nutrisi dalam yogurt dapat membantu meningkatkan fungsi paru-paru dan melindungi dari risiko PPOK.
Sebuah studi yang dilakukan kepada remaja di Jepang menyebut kalsium, potasium, fosfor, dan selenium yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan fungsi paru-paru dan tinggi kalsium yang dapat mengurangi risiko PPOK sebanyak 35 persen.
6. Cokelat Hitam
Cocoa atau cacao merupakan produk seperti cokelat hitam yang tinggi antioksidan flavonoid dan mengandung senyawa yang disebut theobromine.
Baca juga: Cara Menghindari Posisi Duduk yang Salah untuk Kesehatan Otot Tulang Belakang
Baca juga: 5 Efek Samping Mandi Terlalu Sering bagi Kesehatan Tubuh
Senyawa tersebut membantu udara yang ada dalam paru menjadi relax.
Jenis makanan ini juga kerap dikaitkan dengan mengurangi risiko alergi pernapasan dan membantu mencegah kanker paru.
Sebuah studi yang dilakukan 55.000 orang menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang tinggi flavonoid seperti produk cokelat dapat membuat fungsi jantung lebih baik dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.
.
.
.
(TRIBUNBATAM.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/coklat-hitam-cokelat-hitam-dark-chocolate-ilustrasi.jpg)