Breaking News
Senin, 20 April 2026

PARIWISATA KEPRI AMAN

Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat Tanjungpinang Berbahan Putih Telor

Pulau Penyengat merupakan salah satu Destinasi Wisata unggulan di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.

TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Foto tampak depan Masjid Raya Sultan Riau Penyengat Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Foto diambil belum lama ini. 

"Tapi dulu Masjidnya masih Kecil dan berada di tepi laut. Namun, dengan perkembangan Pusat Pemerintahan saat ini, Masjid dipindahkan dan dibangun pada tahun 1832 hingga saat ini berdiri," terangnya.

Pembangunan Masjid Raya Sultan Riau Penyengat memiliki hal yang unik. 

Keunikan itu terlihat dari salah satu bahan campuran pembangunan Masjid yang menggunakan putih telor.

"Sebab pada saat itu belum ada semen, sehingga campuran daripada perekat Pembangunan Masjid menggunakan pasir, tanah liat, kapur dan putih telor," terangnya.

Mengapa menggunakan putih telor, Raja Al Hafiz bercerita bahwa dulu Sultan Mahmud meminta bantuan kepada seluruh masyarakat dari Pulau-Pulau untuk dapat membantu apa saja yang bisa diberikan bantuan.

Baik itu tenaga, makanan, ikan dan sebagainya. Tapi saat itu yang banyak diantar adalah telor untuk makanan pekerja. 

"Namun, karena telor itu terlalu banyak, dan tidak habis di makan. Maka pekerjanya hanya memakan Kuning telor saja. Jadi putihnya dibuang," ungkapnya.

Lanjutnya, namun, saat itu seorang Arsitek melihat putih telur itu dibuang begitu saja. 

Ia pun memberikan ide untuk menggunakan putih telur sebagai campuran perekat pengganti semen.

Hal itu dipraktekkan olehnya, dengan mencampur pasir, tanah liat, kapur dan putih telor. 

Hasilnya pun memuaskan hingga menghasilkan suatu perekat yang sangat kuat.

Sehingga digunakanlah putih telur itu untuk membangun Masjid penyengat ini.

“Nah jadi kalau orang Singapura menanyakan kalau dia lihat kita punya pasport dari Pulau Penyengat jika berkunjung ke sana, pasti mereka sebut kita dari Masjid Telor,” ungkapnya.

Lanjutnya, selain Masjid, beberapa makam disini juga salah satu objek wisata.

Yaitu makam-makam para raja, makam Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor, Balai Adat, dan benteng pertahanan di Bukit Kursi.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved