PARIWISATA KEPRI AMAN
Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat Tanjungpinang Berbahan Putih Telor
Pulau Penyengat merupakan salah satu Destinasi Wisata unggulan di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Septyan Mulia Rohman
"Nah untuk Balai Adat ini merupakan salah satu kunjungan wisatawan yang ramai juga dikunjungi, karena di bawah balai adat itu ada sumur tua," ungkapnya.
Sumur tua ini banyak mengatakan adalah sumur ajaib, karena air tawar sumur itu boleh diminum langsung.
Sebab meskipun sumur itu dekat dengan pantai, namun airnya tetap tawar.
"Jadi beberapa tempat wisata inilah tempat-tempat wisata yang di kunjungi oleh wisatawan. Baik Mancanegara dari Singapura, Malaysia. Wisatawan lokal Batam, Tanjungpinang, Bintan dan dari seluruh Indonesia sudah sampai ke sini," jelasnya.
Raja Al Hafiz juga mengaku, sangat berterima kasih kepada Pemerintah yang telah peduli terhadap Pulau Penyengat.
Sebab Pulau Penyengat telah dibuat salah satu Pusat Destinasi Wisata unggulan di Kepri.
Selain itu, Pulau Penyengat juga telah dilakukan pembangunan jalan dan renovasi Masjid oleh Pemerintah Provinsi Kepri, Ansar Ahmad yang sudah peduli kepada Pulau penyengat ini.
"Maka dari itu kami selaku tetua adat Pulau Penyengat sangat berterimakasih atas kepedulian Pemerintah untuk memajukan pulau penyengat dan menjadikan destinasi wisata unggulan di Kepri," tutupnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Raja Hery Mokhrizal, SH, MH menyebutkan, Pulau Penyengat selain wisata religi, banyak sejarah yang ada di sana.
"Apalagi pulau kebanggan masyarakat Tanjungpinang khususnya, juga sudah dinobatkan sebagai cikal bakal lahirnya bahasa Indonesia," ucapnya.
Sebab itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad sangat fokus dalam melakukan pembenahan agar destinasi wisata tersebut lebih menarik lagi.
"Pak Gubernur sangat menginginkan, pulau penyengat menjadi wisata yang lebih baik lagi. Maka banyak penataan yang akan dilakukan, " ucapnya.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyampaikan, bahwa ia sudah meninjau langsung beberapa titik pekerjaan di Pulau Penyengat ini. Menurutnya Pekerjaan sudah selesai dan hasilnya baik.
"Alhamdulillah kemarin saya keliling, pekerjaannya sudah selesai dengan bagus. Saat ini tinggal menyelesaikan revitalisasi masjid. Karena ini tidak gampang urusannya. Catnya saja kita impor dari Jerman, ini rekomendasi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Karpetnya juga kita pesan dari Turki. Mudah-mudahan 2 atau 3 minggu lagi ini selesai" jelasnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Ansar mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Pulau Penyengat atas dukungan dilaksanakannya pekerjaan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/masjid-raya-sultan.jpg)