Kamis, 30 April 2026

Harlah Satu Abad NU 2023, Catatan Surya Makmur Nasution Ketua DPC PKB Batam

Ketua DPC PKB Batam Surya Makmur Nasution memberikan catatannya jelang peringatan Harlah Satu Abad NU 2023 yang jatuh pada 7 Februari nanti

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Foto Ketua DPC PKB Batam, Surya Makmur Nasution 

PKB itu lahir dari rahim dan untuk NU, adalah fakta sejarah yang tak mungkin dihapus atau dihilangkan. NU dan PKB baik-baik saja. NU dan PKB itu seolah ada “gegeran” padahal sebetulnya, batinnya “ger-geran”.

Ketiga, kontribusi NU bagi kemanusiaan. Bagi NU, nilai-nilai universalitas kemanusiaan, seperti keadilan, persamaan hak, kesederajatan, bukanlah sekadar retorika belaka.

Penghargaan akan hak asasi manusia harus ditempatkan dalam kerangka persaudaraan sesama ummat manusia, ukhuwah basyariah, ukhuwah wathoniyah.

Semua orang harus diperlakukan sama dalam hak dan kedudukannya. Tidak ada perlakuan diskriminatif, intoleran, dan bersifat eksklusiv terhadap orang lain, menjadi perjuangan NU sejak dulu hingga kini.

Kemajemukan, pluralitas atau keragaman, adalah sesuatu yang niscaya, sebagai sunnatullah. Adab toleransi yang dikembangkan NU sebagai dakwah kemanusiaan, ditransformasikan dari ruang Nusantara ke ruang global.

NU ingin mencari titik temu, kalimatun sawa, dari keragaman peradaban dunia. Dunia tidak akan damai apabila, rasa kebencian, rasisme, intoleransi, sesama penduduk bumi, masih menjadi persoalan.

Langkah Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf yang mengambil tema 1 Abad NU, “Mendigdayakan Nahdlatul Ulama Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru,” adalah komitmen NU untuk menjadikan keislaman sebagai rahmat bagi semesta.

Mars 1 Abad NU, “Merawat Jagat Membangun Peradaban”, adalah spirit perjuangan dakwah NU untuk kemanusiaan dan keislaman.

Gus Yahya, panggilan akrabnya, ingin menjadikan NU memasuki Abad ke 2, tidak lagi bertransformasi di tingkat nasional, melainkan global.

Cita-cita menjadikan NU sebagai jam’iyyahnya ulama, ikut membangun peradaban dunia, menjadi tantangan sekaligus harapan bagi ummat manusia di masa depan.

Meski tak dapat dipungkiri, ketika NU menjadi pemain global, masih banyak warga Nahdliyin yang keislamannya berasal dari santri, ada juga yang berstatus dalam strata abangan, meminjam istilah Clifford Gert, dan secara ekonomi banyak dalam kategorisasi miskin.

Inilah mungkin yang menjadi tugas besar NU ketika melewati usia 1 Abad di masa mendatang.

Yang paling unik dan menarik, meski memasuki Abad ke 2, NU tetap sarungan, solawatan, manaqiban dan zikiran, hingga akhir zaman kelak.

Selamat 1 Abad NU, “Merawat Jagat Membangun Peradaban”.

*Surya Makmur Nasution, Ketua DPC PKB Batam

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved