Sabtu, 30 Mei 2026

KESEHATAN

7 Efek Samping Konsumsi Garam Berlebihan, Sering Haus hingga Kanker Perut

Terlepas dari fungsinya yang esensial, terlalu banyak mengonsumsi garam dapat menimbulkan efek yang tidak menyenangkan, baik dalam jangka pendek

Tayang:
iStock
Ilustrasi garam - Terlepas dari fungsinya yang esensial, terlalu banyak mengonsumsi garam dapat menimbulkan efek yang tidak menyenangkan, baik dalam jangka pendek dan jangka panjang 

TRIBUNBATAM.id - Sesuatu yang berlebihan tentu tak baik, termasuk mengonsumsi garam. 

Selain menyebabkan hipertensi, ada efek samping makan garam berlebihan. 

Sebenarnya, sodium atau garam adalah mineral penting untuk fungsi otot dan saraf yang optimal.

Mengutip Healthline, bersama dengan klorida, ini juga membantu tubuh Anda menjaga keseimbangan air dan mineral yang tepat. 

Namun, terlepas dari fungsinya yang esensial, terlalu banyak mengonsumsi garam dapat menimbulkan efek yang tidak menyenangkan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Ada beberapa efek samping mengonsumsi garam berlebihan, antara lain:

1. 'Bengkak'

Anda mungkin memperhatikan bahwa Anda merasa lebih kembung atau bengkak dari biasanya.

Ini terjadi karena ginjal Anda ingin mempertahankan rasio natrium terhadap air tertentu dalam tubuh Anda.

Untuk melakukannya, mereka menyimpan air ekstra untuk mengimbangi natrium ekstra yang Anda makan.

Retensi air yang meningkat ini dapat menyebabkan pembengkakan, terutama di tangan dan kaki, dan dapat menyebabkan berat badan Anda lebih dari biasanya.

Baca juga: Gejala Kanker Payudara Dibahas Dokter KPJ Saat Bincang Kesehatan di Tanjungpinang

Baca juga: 5 Dampak Buruk Kekurangan Minum Air Putih bagi Kesehatan, Wajib Tahu!

2. Tekanan darah naik

Makanan kaya garam juga dapat menyebabkan volume darah yang lebih besar mengalir melalui pembuluh darah dan arteri Anda.

Ini dapat menyebabkan peningkatan sementara tekanan darah.

Konon, tidak semua orang mungkin mengalami efek ini.

Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa orang yang tahan garam mungkin tidak mengalami peningkatan tekanan darah setelah makan kaya garam.

Kepekaan seseorang terhadap garam diduga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti genetika dan hormon.

Penuaan dan obesitas juga dapat memperkuat efek peningkatan tekanan darah dari diet tinggi garam.

3. Sering haus

Makan makanan asin juga bisa menyebabkan mulut kering atau merasa sangat haus.

Mendorong Anda untuk minum adalah cara lain di mana tubuh Anda mencoba memperbaiki rasio natrium terhadap air.

Baca juga: Penderita Diabetes, Coba 5 Menu Sarapan Sehat yang Baik untuk Kesehatan Ini

Baca juga: 5 Makanan Tidak Baik untuk Kesehatan Ginjal, Banyak Garam dan Lemak Jenuh

4. Sering pipis

Peningkatan asupan cairan yang dihasilkan dapat menyebabkan Anda buang air kecil lebih banyak dari biasanya.

5. Hipernatremia

Hipernatremia merupakan gangguan elektrolit.

Hipernatremia dapat menyebabkan air keluar dari sel Anda dan masuk ke dalam darah Anda, dalam upaya untuk mengencerkan kelebihan natrium.

Jika tidak ditangani, perpindahan cairan ini dapat menyebabkan kebingungan, kejang, koma, dan bahkan kematian.

6. Risiko penyakit jantung dan kematian dini

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan garam yang tinggi menyebabkan peningkatan tekanan darah dan pengerasan pembuluh darah dan arteri.

Efek samping makan garam berlebihan juga bisa menyebabkan penyakit jantung dan kematian dini yang lebih tinggi.

Baca juga: 5 Manfaat Bawang Putih untuk Kesehatan Rambut, Atasi Ketombe hingga Kerontokan

Baca juga: Sering Dikonsumsi, 3 Jenis Sayuran Ini Bawa Dampak Buruk Buat Kesehatan Ginjal

7. Kanker perut

Efek samping makan garam berlebihan disebut-sebut juga menyebabkan kanker perut.

Sebuah tinjauan yang melibatkan lebih dari 268.000 peserta menunjukkan bahwa mereka dengan asupan garam rata-rata 3 gram per hari mungkin memiliki risiko kanker perut hingga 68 persen lebih tinggi dibandingkan dengan asupan garam rata-rata 1 gram per hari.

Studi lain lebih lanjut menunjukkan bahwa orang dengan asupan garam yang tinggi mungkin memiliki risiko kanker perut dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan asupan yang lebih rendah.

.

.

.

(TRIBUNBATAM.id)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved