KESEHATAN
KETAHUI Cara Deteksi Kanker Serviks Sejak Dini Beserta Cara Mencegahnya
Kanker serviks tidak hanya menyerang wanita usia lanjut tapi juga beresiko pada wanita usia produktif.
TRIBUNBATAM.id - Kanker yang banyak menyerang wanita salah satunya adalah kanker serviks.
Kanker ini menyerang organ dalam wanita.
Tidak hanya menyerang wanita usia lanjut tapi juga beresiko pada wanita usia produktif yang sudah pernah melakukan hubungan seksual.
Menurut data Global Burden of Cancer Study (Globocan) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2018, kanker serviks menempati urutan kedua kanker yang paling sering menyerang wanita di Indonesia setelah kanker payudara.
Jumlah temuan penyakit ini mencapai 36.633 kasus atau 9,2 persen dari total kasus kanker yang dilaporkan.
Lalu, bagaimana cara mendeteksi kanker secara dini?
Medical Executive PT Kalbe Farma Tbk dr Della Sulamita, berbagi edukasi seputar cara melakukan deteksi kanker secara dini.
Baca juga: 7 Efek Samping Konsumsi Garam Berlebihan, Sering Haus hingga Kanker Perut
Baca juga: Deteksi Sejak Dini, Kenali Gejala Awal Kanker Payudara yang Patut Wanita Tahu
Pada dasarnya, dikatakan bahwa kanker bisa dipicu oleh beberapa faktor.
Salah satunya, bisa karena pengaruh genetik, perubahan hormonal dalam tubuh, hingga terpaparnya bahan-bahan tertentu dalam jangka waktu yang lama.
Selain itu, gaya hidup yang buruk seperti kebiasaan konsumsi makanan tidak sehat juga bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker.
"Sebaiknya kita mengonsumsi makanan segar atau kita olah sendiri, kemudian perbanyak makan sayur dan buah. Hindari konsumsi alkohol, dan merokok. Konsumsi air putih, dan jangan banyak minum manis," papar dia dikutip TribunJakarta.com, dalam keterangan resmi Kalbe Farma, Kamis (9/2/2023).
Pada pencegahan primer, kata dia bisa dilakukan melalui vaksinasi HPV.
Sedangkan pada pencegahan sekunder, sifatnya deteksi dini oleh orang yang sudah aktif berhubungan seksual,
yakni dengan inspeksi ke dokter spesialis.
Dalam hal deteksi dini, salah satu cara yang bisa dilakukan ialah dengan pelakukan pemeriksaan rutin ke dokter.
Pada kasus kanker serviks, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan cara melihat kondisi mulut rahim, serta melakukan pemeriksaan pap smear. dan HPV genotyping.
Pemeriksaan ini, dilakukan untuk melihat adanya virus tertentu pada area mulut rahim.
Pap smear, dapat mendeteksi sedini mungkin ada atau tidaknya risiko kanker serviks.
Apabila terdeteksi adanya kanker serviks, maka dapat segera melakukan pengobatan dan perawatan.
Adapun deteksi dini ini bisa dilakukan oleh orang yang sudah aktif berhubungan seksual.
“Ketika kita sudah melakukan deteksi dini rutin setiap tahunnya atau setiap lima tahun sekali, kita bisa menemukan cikal bakal kanker. Tahap pengobatannya sangat jelas, yakni operasi, kemoterapi, atau radioterapi. Sehingga pasien yang sudah didiagnosa kanker jangan membuang waktu, segera melakukan pengobatan. Jadi mudah-mudahan dengan pengobatan tersebut, sel kankernya bisa hilang dan kualitas hidup pasien pun akan meningkat," kata dia.
Sementara itu, menurut sistem penatalaksanaan Federasi Ginekologi dan Obstetri Internasional (FIGO) seperti dilansir dari Kompas.com, stadium kanker serviks berkisar antara 1 hingga 4.
Stadium tersebut, dikategorikan berdasarkan jumlah kanker di dalam serviks dan penyebaran kanker di luar serviks.
Bila didiagnosis secara dini, tingkat kematian akibat kanker serviks dapat lebih rendah.
Baca juga: 5 Kebiasaan Baik yang Bisa Cegah Kanker Prostat, Termasuk Batasi Asupan Lemak
Baca juga: Cegah Kanker hingga Penyakit Jantung, Ini dia 7 Manfaat Luar Biasa Daun Kemangi
Berikut tingkatan stadium kanker serviks, seperti yang dilansir dari laman Very Well Health yang dikutip dari Kompas.com :
1. Stadium 1
Stadium 1 adalah kanker yang terlokalisasi dan belum menyebar ke luar serviks, kelenjar getah bening atau organ lainnya.
Pada stadium ini, sel-sel kanker telah tumbuh dan menyebar dari permukaan serviks ke jaringan yang lebih dalam di dalam serviks.
Penderita kanker serviks stadium 1 biasanya tidak menunjukkan gejala. Setelah didiagnosis, kanker serviks stadium 1 sangat dapat diobati dan memiliki prognosis yang baik. Tingkat kelangsungan hidup relatif lima tahun untuk kanker serviks pada stadium ini adalah sekitar 92 persen.
2. Stadium 2
Kanker serviks stadium 2 adalah kanker yang telah menyebar ke luar serviks dan rahim.
Kanker serviks stadium 2 belum menyebar ke kelenjar getah bening, dinding panggul, atau bagian bawah vagina.
Selain itu, kanker ini juga belum menyebar ke organ atau area yang jauh dari tubuh kita.
Kanker serviks stadium 2 selanjutnya dikategorikan sebagai:
- Stadium 2A: Penyebaran masih terbatas pada leher rahim. Kanker belum menyebar ke parametrium (jaringan di sekitar vagina dan leher rahim).
- Stadium 2A1: Tumor berukuran lebih kecil dari 4 cm.
- Stadium 2A2: Tumor berukuran lebih besar dari 4 cm.
- Stadium 2B: Telah terjadi penyebaran ke dalam parametrium.
Gejala stadium 2 dapat meliputi:
- Perdarahan setelah hubungan seksual melalui vagina.
- Nyeri saat berhubungan intim.
- Nyeri panggul.
- Pendarahan setelah menopause.
- Perdarahan atau bercak di antara periode menstruasi.
- Periode menstruasi yang menjadi lebih lama atau lebih berat.
- Keputihan yang terkadang mengandung darah.
Kanker serviks stadium 2 dapat diobati dan disembuhkan. Tingkat kelangsungan hidup lima tahun relatif untuk kanker serviks stadium 2 adalah sekitar 61 persen.
3. Stadium 3
Kanker serviks stadium 3 adalah kanker yang telah menyebar ke vagina bagian bawah atau dinding panggul.
Kanker ini mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya atau tidak, tetapi belum menyebar ke organ atau area tubuh yang jauh.
Kanker serviks stadium 3 selanjutnya dikategorikan ke dalam kelompok-kelompok berikut:
- Stadium 3A: Kanker telah menyebar ke vagina bagian bawah, tetapi tidak ke dinding panggul.
- Stadium 3B: Kanker telah menyebar ke dinding panggul. Beberapa tumor mungkin juga cukup besar untuk menyebabkan hidronefrosis (kelebihan cairan di dalam ginjal akibat penimbunan urin).
- Stadium 3C1: Tumor berukuran berapa pun dan telah menyebar ke kelenjar getah bening panggul.
- Stadium 3C2: Tumor berukuran berapa pun dan telah menyebar ke kelenjar getah bening para-aorta.
Apabila kita menderita kanker serviks stadium 3, tumor-tumor tersebut mungkin cukup besar untuk menyumbat saluran yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih (ureter).
Kondisi ini disebut hidronefrosis. Ada pun gejala kanker serviks stadium 3 meliputi:
- Kesulitan buang air kecil atau buang air besar
- Kaki bengkak.
- Hubungan seks melalui vagina yang menyakitkan.
- Darah dalam air seni
- Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
- Nyeri punggung.
4. Stadium 4
Stadium 4 adalah stadium kanker serviks yang paling lanjut.
Pada stadium 4, sel kanker telah bermetastasis (menyebar) ke organ terdekat atau area tubuh lainnya. Kanker serviks stadium 4 dapat menyebar ke organ-organ di dekatnya seperti kandung kemih atau rektum.
Kanker ini juga bisa menyebar ke organ dan bagian tubuh yang jauh seperti hati, paru-paru, atau tulang.
Kanker serviks stadium 4 dikategorikan lebih lanjut sebagai:
- Stadium 4A: Kanker telah menyebar ke luar panggul, atau telah menyebar ke organ-organ di dekatnya, seperti kandung kemih atau rektum.
- Stadium 4B: Kanker telah menyebar ke organ yang jauh atau ke kelenjar getah bening yang jauh.
Gejala stadium 4 dapat meliputi:
- Kelelahan atau kelelahan.
- Kelemahan.
- Pusing.
- Nyeri atau patah tulang.
- Fistula vagina (lubang yang menghubungkan vagina dan rektum).
- Kesulitan bernapas, atau sesak napas.
- Muntah darah.
Itulah cara mendeteksi kanker serviks serta mencegahnya, semoga bermanfaat.
(*/TRIBUNBATAM.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-kanker-serviks.jpg)