KESEHATAN
Perbedaan Asam Lambung dan Sakit Maag yang Kerap Dianggap Sama
Kerap disamakan, ternyata asam lambung dan lambung memiliki gejala merupakan jenis penyakit yang berbeda begitu juga dengan gejalanya.
TRIBUNBATAM.id - Asam lambung dan sakit maag kerap dianggap penyakit yang sama.
Meski sama-sama menyerang lambung dan gejalanya mirip, namun keduanya memiliki kondisi serta pengobatan yang berbeda.
Jika ditilik lebih jauh perbedaan dua penyakit tersebut, asam lambung atau disebut juga Gerd terjadi ketika asam yang diproduksi oleh lambung naik ke kerongkongan.
Kondisi ini menyebabkan rasa tidak nyaman seperti dada yang sakit dan mulas.
Sementara maag terjadi ketika volume lapisan lendir tebal yang melindungi lambung mengalami penipisan, sehingga asam pencernaan menggerogoti dan menginfeksi jaringan yang melapisi perut.
Baca juga: Amankah Penderita Asam Lambung Berpuasa? Ini Saran dari Ahli Medis
Baca juga: 6 Makanan dan Minuman yang Wajib Dihindari bagi Penderita Sakit Maag
Beda Gejala Asam Lambung dan Maag
Penderita penyakit asam lambung biasanya merasakan gejala:
- perut kembung dan sering bersendawa
- rasa asam di belakang mulut dan bau napas tidak sedap
- batuk kering
- sakit tenggorokan
- sulit menelan
- cegukan terus-menerus
- sesak napas atau mengi, terutama saat tidur
- mulas yang meningkat sebagai respons terhadap makanan pemicu
- gejala memburuk saat berbaring atau membungkuk.
Sementara penyakit maag ditandai dengan gejala:
- sensasi terbakar di usus atau area antara pusar dan tulang dada - saat makan dan malam hari
- kembung dan bersendawa
- mual dan muntah
- perut nyeri atau tidak nyaman, biasanya dirasakan dua hingga tiga jam setelah makan
- terdapat darah di feses.
Baca juga: Wajib Tahu, Begini Pertolongan Pertama Ketika Asam Lambung Tinggi Kumat
Baca juga: Jaga Pola Makan, Ini 5 Makanan yang Mampu Jaga Tubuh Ideal di Usia 40-an
Penyebab Penyakit Asam Lambung
Berikut faktor-faktor umum lain yang menyebabkan asam lambung naik:
1. Makan dalam porsi besar atau berbaring setelah makan
Seseorang dianjurkan makan secukupnya agar asam lambung tidak naik dan jangan langsung berbaring.
Tunggu sampai makanan benar-benar turun.
2. Kegemukan
Berat badan yang gemuk dapat meningkatkan risiko asam lambung naik dan GERD lantaran lemak perut berlebih menyebabkan tekanan pada area perut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/18-3-2021-ilustrasi-gejala-asam-lambung.jpg)