ANAMBAS TERKINI

Sempat Naik, Harga Cabai di Anambas Kini Turun, Namun Daya Beli Masyarakat Lesu

Harga cabai di Pasar Inpres Tarempa di Anambas yang sempat naik kini turun. Penurunan harga sudah terjadi hampir tiga pekan pasca lebaran

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Novenri Simanjuntak
Pengunjung tengah berbelanja di Pasar Inpres Tarempa di Anambas, Rabu (17/5/2023). Saat ini harga cabai di Anambas terpantau turun. Namun pedagang keluhkan daya beli masyarakat masih lesu 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Harga cabai yang ditawarkan para pedagang bergerak turun di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Seperti di Pasar Inpres Tarempa misalnya. Harga komoditas bumbu dapur ini sudah mulai turun setelah perayaan Idulfitri 2023 lalu.

Komoditas cabai ini termasuk jenis cabai rawit, cabai merah dan cabai hijau.

Hasil pantauan Tribunbatam.id di lokasi, kini harga cabai yang ditawarkan pedagang dibanderol Rp 70 ribu per kilogram.

Ina seorang pedagang mengatakan, turunnya harga jual cabai ini sudah terjadi hampir tiga pekan pasca lebaran.

"Ya bang, turunnya cabai ini sudah lama lah, setelah lebaran kemarin," ucapnya, Rabu (17/5/2023).

Berbeda dari harga kiloan, Ina menyebut harga cabai per ons ditawarkan sebesar Rp 8 ribu kepada pembeli.

Baca juga: Harga Cabai di Pasar Bintan Center Tanjungpinang Hari Ini Setelah Lebaran 2023

"Kalau saat lebaran kemarin, harga cabai tembus Rp 100 ribu per kilogram. Per onsnya Rp 10 - 12 ribu," jelasnya.

Ina justru tidak mengetahui persis penyebab turunnya harga cabai saat ini.

Menurutnya, harga tersebut sudah murah dari pihak distributor Tanjungpinang.

Kendati turun harga, ia mengaku daya daya beli masyarakat terhadap sejumlah komoditas saat ini masih terbilang lesu.

Animo kunjungan masyarakat ke pasar sepi dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

"Rata-rata pengunjung belinya sedikit-sedikit saja bang. Kami pun gak berani nyetok banyak, takut busuk barang kami," terang Ina.

Di sisi lain, Ina mengungkap kenaikan harga komoditas di Pasar Inpres Tarempa biasanya didorong faktor tidak adanya transportasi laut yang berlayar.

"Nah kalau barang naik di sini, itu karena kapal tak jalan. Terpaksa kita ambil dari meja ke meja dan di situlah mulai naik harganya," pungkasnya. (Tribunbatam.id/Novenri Simanjuntak)

 

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

 

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved