Jumat, 1 Mei 2026

KESEHATAN

AWAS, Malas Olahraga dan Sering Rebahan Memicu 5 Penyakit Berbahaya Ini

Aktivitas fisik yang dilakukan sedikit maka tingkat kebugaran fisik juga akan rendah bahkan memicu berbagai penyakit.

Tayang:
Freepik.com
Penyakit yang bisa menyerang orang yang senang rebahan dan minim bergerak adalah kelebihan berat badan. Ilustrasi perut buncit 

Beberapa penyakit yang paling sering terjadi akibat kurang melakukan aktivitas fisik, diantaranya yaitu 

  • Obesitas

Penyakit pertama yang bisa menyerang orang yang senang rebahan dan minim bergerak adalah obesitas atau kelebihan berat badan.

“Sebab, ketika tubuh kurang gerak maka sirkulasi darah dalam tubuh menjadi tidak lancar, kemudian metabolisme dalam tubuh menjadi lambat, akhirnya energi yang dihasilkan oleh tubuh juga rendah,”ujar Firman, dikutip dari situs UM Surabaya yang diklansir kontan.co.id. 

Hal ini mengakibatkan mekanisme dalam tubuh memberikan stimulus melalui hipotalamus untuk mengkonsumsi makanan lebih banyak dari biasanya. 

Pada saat yang sama hormon leptin dan ghrelin berperan menimbulkan rasa lapar dan melebarkan lambung supaya bisa menampung makanan lebih banyak. 

Kemudian, dari sini bisa terjadi penimbunan lemak dalam tubuh, dan bila terjadi terus menerus bisa menyebabkan obesitas.

Baca juga: Penderita Asam Urat, Ini 4 Menu Sarapan yang Aman Dikonsumsi agar Penyakit tak Kambuh

Baca juga: Jangan Sampai Kumat, Penderita Hipertensi Sebaiknya Hindari 5 Makanan Ini

  • Hipertensi atau darah tinggi

Rendanya aktivitas fisik pada masyarakat Indonesia saat ini menyebabkan kasus hipertensi makin meningkat. 

Hal ini didukung dengan data dari Riskesdas tahun 2018, dimana kasus hipertensi meningkat sebanyak 34 persen, dibandingkan kasus sebelumnya pada tahun 2013 yaitu sebanyak 14,5 persen.

Penyakit hipertensi di kalangan akademisi dan klinisi disebut sebagai silent disease, karena darah tinggi menjadi salah satu penyebab utama terjadinya stroke dan serangan jantung. 

“Namun sebetulnya sepertiga dari kasus hipertensi bisa dicegah dengan cara meningkatkan aktivitas fisik,”imbuh Firman lagi.

  • Penyakit jantung

Ketika aktivitas fisik rendah maka metabolisme lemak menghasilkan LDL (kolesterol jahat) akan meningkat. 

Kondisi ini menyebabkan terjadi penumpukan lemak darah ke dinding pembuluh darah secara masif, akibatnya menimbulkan kerusakan sehingga bisa berisiko tinggi terjadiya serangan jantung.

  • Diabetes melitus atau kencing manis

Asupan makanan yang dikonsumsi tidak diolah oleh tubuh dengan baik menjadi energi karena kurang ativitas fisik, akibatnya terjadi penumpukan lemak dalam tubuh. 

Ketika jumlah lemak tinggi bisa menyebabkan resistensi terhadap insulin dan tidak berfungsi dengan baik, akibatnya terjadi peningkatan gula dalam darah.

  • Penyakit osteoatritis atau nyeri sendi

Osteoatritis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang sering dialami pada usia lebih dari 50 tahun. 

Nyeri sendi bisa disebabkan karena kerusakan struktur sendi, kelemahan otot dan tendon, dan sendi yang paling sering mengalami nyeri adalah sendi lutut, panggul dan tulang belakang.

“Padahal bila dengan melakukan aktivitas rutin dapat menjaga kekuatan otot dan tulang, sehingga bisa mencegah nyeri sendi,” jelas Firman.

(*/TRIBUNBATAM.id)

 

 

Sumber: Kontan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved