MATA LOKAL CORNER

Umar Natuna Ungkap Pertimbangan Pembentukan Provinsi Khusus Natuna Anambas

Salah seorang tokoh masyarakat mengungkap alasan Natuna Anambas hendak memekarkan diri menjadi Provinsi Khusus.

TribunBatam.id/Istimewa
Ketua Musyawarah Besar (Mubes) pemekaran provinsi Natuna-Anambas, Umar Natuna (kiri) saat konferensi pers di Rumah Makan Adeleo, Jalan Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kamis (2/12/2021) pagi. Tokoh masyarakat Natuna ini mengungkap pertimbangan Anambas dan Natuna mekar dan membentuk provinsi baru. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Nama Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Natuna makin santer diperbincangkan setelah rencana kedua warganya membentuk provinsi baru.

Dua kabupaten yang masih bergabung dengan Provinsi Kepri ini boleh dibilang memiliki nasib yang sama.

Sama-sama berada di daerah terdepan Indonesia dengan segala keterbatasannya.

Baik Anambas dan Natuna yang berencana 'pisah' dari Provinsi Kepri ini sudah dikenal sebagai daerah penghasil migas.

Lewat Mata Lokal Corner (MLC) Tribun Batam, Kamis (8/6/2023), Ketua Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Khusus Kepulauan Natuna Anambas (BP3K2NA), Umar Natuna mengungkap berbagai pertimbangan rencana pemekaran provinsi khusus itu.

Baca juga: MLC TRIBUN BATAM Hari Ini, Pembentukan Provinsi Natuna Anambas, Mendesak Kah?

Umar mengatakan pembentukan Provinsi khusus ini memiliki banyak pertimbangan yang membuat wilayah Natuna dan Anambas perlu menjadi provinsi Khusus untuk mempercepat pembangunan.

Salah satu tokoh masyarakat di Natuna itu menjelaskan pertimbangan pertama yakni konseptual dimana Natuna dan Anambas itu memiliki akar sejarah yang sangat kuat.

Dimana sebelum abab 11 Natuna merupakan pusat persinggahan dan perdagangan antar Negara mulai dari Laos, Kamboja, China dan Persia.

Selain itu Natuna merupakan pulau yang letaknya sangat strategis yang bisa disinggahi dari segala penjuru baik timur, utara selatan dan barat.

Sementara yang lainnya mengenai potensi alam yang dimiliki baik yang dikembangkan swasta dan juga pemerintah itu sendiri.

Baca juga: DPRD Natuna Dukung Pembentukan Provinsi Natuna - Anambas 

Sementara yang lainnya mengenai masalah sosial dan empiris dimana masyarakatnya berbeda dengan lainnya.

Karena budaya masyarakatnya sangat unik dan memiliki karakteristik tersendiri.

Di samping itu wilayah Natuna jika dilihat dari luar adalah wilayah yang sangat kaya dan sumber alamnya melimpah.

"Tapi kenyataanya masyarakat Natuan dan Anambas saat ini tetap miskin. Bahkan saat ini listrik di Natuna dan Anambas mati-mati, air juga sangat susah, bahkan transfortasi sangat miris," beber Umar Natuna.

Selanjutnya dilihat dari Demokrasi dimana Indonesia menganut demokrasi kesetaraan.

"Tetapi jika kita lihat Natuna, sebagai pulau di perbatasan masih jauh dari kesetaraan," sebutnya.

Dia mengatakan pembentukan Provinsi khusus Natuna awalnya adalah gagasan perorangan.

Baca juga: Anambas-Natuna Waspadai Gelombang Tinggi, Daftar 30 Daerah Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat

Namun gagasan tersebut berkembang menjadi gagasan organisasi .

Selanjutnya gagasan dari organisasi tersebut membuat rapat dan melahirkan tim sembilan di Natuna.

Begitu juga dengan Kabupaten Anambas, mereka melakukan rapat dan membentuk tim panitia kerja atau panja.

Selanjutnya tim sembilan dari Natuna bertemu dengan tim Panja dari Anambas dan melahirkan Musyawarah besar tahun 2021.

Selanjutnya dilakukan rapat kerja dan membentuk panitia pembentukan Provinsi Khusus.

"Dalam musyawarah besar tersebut ada tiga kesepakatan, yakni nama Provinsi,selanjutnya membentuk Badan perjuangan. Selanjutnya menetapkan ketua dan tim promatur pembentukan provinsi khusus," ungkapnya.

Jika provinsi Khusus Natuna Anambas terbentuk, maka ke depan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), dari pelayaran Internasional.

Serta migas dan pariwisata yang akan dikembangkan.

"Nanti Natuna Ini akan menjadi pusat perdagangan internasional dan akan mengembangkan pariwisata yang ada di Natuna dan Anambas,"kata Umar Natuna, Ketua BP3K2NA itu.(TribunBatam.id/Ian Sitanggang)

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved