KESEHATAN

Berapa Lama Tidur Siang yang Baik untuk Kesehatan? Ini Kata Ahli

Menurut penelitian selain tidur malam hari terdapat beberapa manfaat dari tidur siang hari, di antaranya membuat seseorang bertenaga sepanjang hari

Jevgeni Salihhov
Ilustrasi - Menurut penelitian selain tidur malam hari terdapat beberapa manfaat dari tidur siang hari, di antaranya membuat seseorang bertenaga sepanjang hari 

TRIBUNBATAM.id - Selain tidur malam hari, secara medis juga dijelaskan tentang manfaat dari tidur siang.

Tetapi disampaikan pula ada durasi maksimal tidur siang yang baik, dan tidak berefek positif jika terlalu lama.

Menurut penelitian, tidur siang membuat otak rileks dan seseorang cenderung bertenaga sepanjang hari.

Tidur siang sangat penting untuk perkembangan saat kita masih bayi, namun kebiasaan ini sulit dilakukan seiring bertambahnya usia karena kesibukan pekerjaan.

Namun kebiasaan ini biasanya mulai dilakukan kembali setelah pensiun, dengan 27 persen orang di atas 65 tahun melaporkan kegiatan tersebut.

Kesehatan otak memang sangat berkaitan dengan kebiasaan tidur seseorang termasuk untuk mencegah demensia.

Para peneliti menilai kurang tidur merusak otak dari waktu ke waktu dengan menyebabkan peradangan dan memengaruhi hubungan antara sel-sel otak.

Baca juga: 10 Manfaat Bangun Pagi untuk Kesehatan Fisik dan Mental, Jangan Tunda Lakukan Besok

Baca juga: 5 Bahaya Menahan Kencing bagi Kesehatan, Waspadai Infeksi Saluran Kemih

"Dengan demikian, tidur siang secara teratur dapat melindungi terhadap degenerasi saraf dengan mengkompensasi kurang tidur," kata peneliti, Valentina Paz.

Riset University College London menyatakan jika perilaku tersebut membantu menjaga ukuran otak tetap besar lebih lama.

Orang yang rutin tidur siang memiliki otak lebih besar 15 sentimeter kubik yang setara dengan menunda penuaan antara tiga dan enam tahun.

Akan tetapi, hanya dianjurkan tidur siang kurang dari setengah jam untuk mendapatkan manfaat baik tersebut.

Para peneliti eksperimen alam raksasa berdasarkan DNA - kode genetik yang kita miliki secara alami.

Studi sebelumnya telah mengidentifikasi 97 potongan DNA yang membuat kita lebih cenderung tidur siang atau bertenaga sepanjang hari.

Diambil data dari 35.000 orang, berusia 40 hingga 69 tahun, yang mengambil bagian dalam proyek Biobank Inggris dan hanya membandingkan genetik "nappers" dan "non-nappers".

Hasilnya, yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Health, menunjukkan perbedaan ukuran otak pada orang dengan kebiasaan tidur siang yang berbeda.

Baca juga: Panduan Periksa Dokter Gigi Gratis dengan BPJS Kesehatan

Baca juga: Suhu Panas di Karimun Berlanjut 8 Mei 2023, Kadinkes Bagikan Tips Jaga Kesehatan

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved