Breaking News
Jumat, 10 April 2026

BATAM TERKINI

Kendala Batam Wujudkan Kota Sehat, Masih Ada Rumah Tak Punya Jamban Layak

Terungkap kendala yang dihadapi Batam dalam mewujudkan predikat kota sehat. Urusan buang air besar salah satunya.

TribunBatam.id/Dok Diskominfo Batam
Ketua Tim Pembina Kota Sehat Batam sekaligus Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid mempresentasikan Penilaian Penghargaan Kabupaten/Kota Sehat Kota Batam kepada Tim Verifikator Pusat. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kota Batam sedang berjuang untuk menjadi kota sehat di Provinsi Kepri.

Salah satu kendala dalam mewujudkan Batam Kota Sehat ialah masih adanya warga yang buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) yang belum mencapai 100 persen.

Ini karena masih adanya masyarakat yang tinggal di permukiman belum memiliki jamban dengan layak.

Namun, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi berkomitmen untuk menuntaskan ODF baik melalui dana APBD Kota Batam maupun Corporate Social Responsibility (CSR).

“Tahun ini dari BRI memberikan CSR untuk membangun jamban di Tanjung Uma dan pada APBD 2024 Pemko Batam berkomitmen untuk menganggarkan sehingga Kota Batam bisa free ODF,” ujar Ketua Tim Pembina Kota Sehat Batam sekaligus Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid beberapa waktu lalu.

Baca juga: Tanjungpinang Bersiap Kembali Raih Penghargaan Kota Sehat 2022

Komitmen Pemko Batam ini disampaikan saat mempresentasikan Penilaian Penghargaan Kabupaten/Kota Sehat Kota Batam kepada Tim Verifikator Pusat.

Ditempat yang sama Wakil Ketua Tim Pembina Kota Sehat Kota Batam sekaligus Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Batam, Yusfa Hendri menyampaikan sembilan tatanan yang menjadi penilaian.

Selaku memaparkan keberhasilan dan prestasi yang telah diraih Pemko Batam dalam sembilan tatanan kehidupan.

Diawali dari Tatanan Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri, Yusfa menyampaikan bahwa Kota Batam sudah menerapkan kebijakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Hingga 2023 tercatat total kelurahan yang telah mencanangkan kampung Germas sebanyak 31 dari 64 kelurahan.

Pemerintah Kota Batam berhasil melakukan berbagai program dan kegiatan dalam upaya penurunan stunting di Batam.

"Terbukti dari menurunnya angka stunting pada tahun 2023 menjadi 1,90 persen dari 2,42 persen di tahun 2022. Bahkan Pemko Batam mendapat penghargaan Penilaian Kinerja Terbaik Tingkat Provinsi Kepri Tahun 2022 Dari Kemendagri,” papar Yusfa pada tim verifikator pusat.

Baca juga: Warga Pesisir Tanjungpinang Ini Deklarasi Stop Buang Air Besar ke Laut

Pada Tatanan Permukiman dan Fasilitas Umum, menurutnya Kota Batam berhasil menurunkan luasan kawasan kumuh semula 1627,39 hektar di tahun 2019 dan pada tahun 2022 menjadi 1090, 03 hektare.

Kemudian nilai indeks kualitas lingkungan hidup (iklh) tahun 2021 adalah 67.3 ada kenaikan tahun 2022 yakni 67,6 yang menandakan ada kenaikan pada kualitas lingkungan hidup di Kota Batam.

“Pelaksanaan pemilahan sampah oleh kelompok masyarakat dan program pengelolaan sampah pada tahun 2021 terdapat 109 unit bank sampah dan meningkat menjadi 116 unit bank sampah pada tahun 2022 dengan jumlah 112,1 ton pada tahun 2021 dan menjadi 198,4 ton di tahun 2022,” tuturnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved