PILPRES 2024

Pesan Presiden Jokowi Soal Pilpres 2024, Singgung Circle Pertemanan

Presiden Jokowi meminta warga Indonesia tetap bersatu meski berbeda pandangan soal Pilpres 2024.

TribunBatam.id via BPMI Setpres/Laily Rachev
Presiden Joko Widodo mengingatkan warga Indonesia terkait situasi Pilpres 2024. Foto saat Jokowi memberikan kuis matematika berhadiah sepeda kepada anak-anak pelajar Papua di Ballroom Cendrawasih, Swiss-Belhotel, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Jumat, (7/7/2023). 

Kendati demikian, Jokowi hanya memberi respons santai mengenai fotonya yang 'dicatut' tersebut.

"Tapi, bukan foto saya sendirian, ada yang di sebelahnya bareng capres. Ya saya kira menurut saya juga enggak apa-apa, boleh-boleh saja," kata Jokowi.

LARI Maraton

Dalam pidatonya, Jokowi juga banyak berbicara soal pencapaian program dan pencapaian yang diperoleh pemerintah di bawah kepemimpinannya selama 9 tahun terakhir.

Ia lantas menegaskan bahwa kepemimpinan ke depan merupakan faktor penting dalam menentukan masa depan Indonesia.

"Ini bukan tentang siapa yang jadi presidennya, bukan, bukan itu, bukan itu. Tapi, apakah sanggup atau tidak, untuk bekerja sesuai dengan apa yang sudah dimulai saat ini," kata Jokowi.

Jokowi menyatakan, masa depan Indonesia akan bergantung apa keberanian maupun konsistensi pemimpin berikutnya untuk melanjutkan apa yang telah ia kerjakan selama ini.

"Karena yang dibutuhkan itu adalah napas yang panjang, karena kita tidak sedang jalan-jalan sore. Kita juga tidak sedang lari sprint, tapi yang kita lakukan harusnya adalah lari maraton untuk mencapai Indonesia Emas," ujar dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidaklah mudah sehingga dalam membuat kebijakan pun akan semakin sulit.

Jokowi menyebutkan, diperlukan keberanian dan kepercayaan bagi seorang pemimpin agar dapat mengambil keputusan yang sulit dan tidak popiler.

"Oleh sebab itu, menurut saya, pemimpin itu harus punya public trust karena kepercayaan adalah salah satu faktor penentu bisa berjalan atau tidaknya suatu kebijakan, bisa diikuti atau tidaknya sebuah keputusan. Ini adalah modal politik dalam memimpin sebuah bangsa besar seperti Indonesia," kata dia.(TribunBatam.id) (Tribunnews.com/Reza Deni) (Kompas.com/Ardito Ramadhan)

Sumber: Tribunnews.com, Kompas.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved